Selasa, 03 November 2026
11:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Palung Filipina

Palung Filipina

Bagikan:
330px-Philippine_Sea_location.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Palung Filipina, di bagian tengah gambar.

Palung Filipina (juga disebut Palung Mindanao) adalah sebuah palung laut di sebalah timur Filipina. Palung ini terletak di Laut Filipina dari Samaudra Pasifik Utara bagian barat dan berlanjut ke arah utara-barat laut dan and selatan-tenggara.[1] Palung ini memiliki panjang sekitar 1.320 kilometer (820 mil) dan lebar sekitar 30 km (19 mi) dari pusat Pulau Luzon, Filipina yang mengarah ke tenggara ke Pulau Maluku bagian utara di Halmahera, Indonesia.

Tepat di sebelah utara Palung Filipina adalah Palung Luzon Timur. Mereka terpisah, di mana kesinambungan mereka terputus-putus dan terhenti, oleh Dataran Tinggi Benham di Lempeng Laut Filipina.[2]

Formasi

Palung Filipina dihipotesiskan lebih muda dari 8-9 juta tahun silam. Bagian tengah sesar Filipina yang terbentuk pada masa Plio-Pleistosen[3] dianggap sebagai depresi kerak bumi yang aktif.[4] Palung terbentuk dari tumbukan antara lempeng Palawan dan Zamboanga. Hal ini menyebabkan perubahan proses geologi dari zona konvergen menjadi zona subduksi. Zona subduksi terletak dari barat ke timur Kepulauan Filipina.[3] Tingkat subduksi pada lempeng-lempeng ini diperkirakan sekitar 15 cm per tahun.[2] Sebuah zona konvergen berbatasan dengan sekitar 45% Palung Filipina saat ini.[3] Meskipun ada wilayah yang luas di zona subduksi, hingga tahun 2012, belum ada aktivitas gempa bumi besar yang tercatat sejak tahun 1600-an.[5] Wilayah ini dianggap memiliki aktivitas seismik yang rendah, tetapi pada tahun 2012 Palung Filipina mengalami gempa bumi berskala Mw 7,6. Gempa bumi mengguncang palung tersebut pada 10.838°LU, 126.704°BT, dengan kedalaman hiposentrum pada 34,9 km.[5] Namun daerah yang berdekatan dengan zona subduksi telah mengalami aktivitas seismik yang besar. Pada tahun 1897, Samae bagian utara mengalami gempa bumi berskala Ms 7,3 dan pada tahun 1924 di tenggara Mindanao mengalami gempa bumi berskala Ms 8.2.[5]

Kedalaman

Palung ini mencapai salah satu kedalaman terbesar di samudra, merupakan yang ketiga setelah Palung Mariana dan Palung Tonga. Titik terdalamnya dikenal sebagai Jeluk Galathea dan mencapai 10.540 meter (34.580 kaki) atau (5.760 depa).[2] Pada kedalaman ini, diyakini bahwa deuterium, sebuah isotop hidrogen, berada di dekat bagian dasar palung dari ventilasi hidrotermal laut dalam dan memiliki kepentingan komersial tinggi.

Referensi

  1. ↑ Hessler, R.R., Ingram, C.L., Yayanos, A.A., and Burnett, B.R (1978). "Scavenging amphipods from the floor of the Philippine trench". Deep sea research. 25: 1029–1047.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. 1 2 3 Deschamps: Lallemand (2003). Intra-oceanic subduction systems: tectonic and Magmatic processes.
  3. 1 2 3 Lallemand, S.E., Popoff, M., Cadet, J., Bader, A., Pubellier, M., Rangin, C., Deffontaines, B, 1998. "Genetic relations between the central and southern Philippine Trench and the Sangihe Trench". Journal of Geophysical Research. 103: 933–950.{{cite journal}}: |first= memiliki nama numerikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  4. ↑ Larsen, B (1968). "Sediment from the central Philippine trench". Institute of applied geology.
  5. 1 2 3 Ye, L., Lay, T., Kanamori, H (2012). "Intraplate and interpolate faulting interactions during the August 31, 2012, Philippine trench earthquake (Mw 7.6) sequence". Geophysical Research Letters. 39.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
Besar
Kecil
Barat
Filipina
Indonesia
Nugini
Patahan
Palung dan Lekukan
Filipina
Maluku
Timor
Nugini
Plato dan cekungan bawah laut
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan