Rabu, 21 Oktober 2026
04:45 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Palapa B2

Bagikan:

Palapa B2 adalah satelit generasi kedua yang dibuat oleh Boeing Satellite Development Center untuk Perumtel.[1] Satelit ini diluncurkan pertama kali pada tahun 1984. Setelah gagal dalam peluncurannya, pada tahun 1990 satelit ini diluncurkan kembali dengan nama Palapa B2R.[2]

Spesifikasi

Satelit Palapa B2 beroperasi di frekuensi C-band, dan menerima frekuensi dari 5,925 GHz sampai 6,415 GHz dan memiliki transmisi dari 3,7 GHz sampai 4,2 GHz. Satelit ini memancarkan sinyal cukup kuat di Indonesia dan beberapa wilayah dari negara-negara ASEAN termasuk Papua Nugini.

Palapa B2 memiliki diameter 7 kaki 1 inci dan tinggi 9 kaki 4 inci dalam posisi tersimpan. Dengan antena selebar 6 kaki dan panel surya luar yang diperpanjang.

Satelit ini memiliki panjang 22 kaki 10 inci dengan pesawat luar angkasa. Beratnya 1.525 pound pada awal kehidupan di orbit. Empat pendorong menggunakan propelan hidrazin memberikan stationkeeping dan kontrol sikap selama hidup satelit. Dua panel sel surya menghasilkan 1.100 watt daya listrik pada awal kehidupan di orbit. Empat pendorong menggunakan propelan hidrazin memberikan stationkeeping dan kontrol sikap selama hidup satelit. Dua panel sel surya menghasilkan 1.100 watt daya listrik pada awal kehidupan di orbit. Baterai nikel kadmium Dua memberikan kekuatan penuh selama gerhana ketika pesawat antariksa melewati bayangan Bumi.[3]

Diperbaiki

Setelah gagal dalam peluncurannya satelit Palapa B2 Dibeli dan didaur ulang oleh Sattel Technologies kemudian dibeli kembali oleh Perumtel pada tahun 1990 dengan nama Palapa B2R.[4]

Rujukan

Didahului oleh
Palapa B1
Program Satelit Palapa Dilanjutkan oleh
Palapa B2P
Telkom
Palapa A1 (1976–1983)  · Palapa A2 (1977 – 1987)
Palapa B1 (1983 – 1990)  · Palapa B2 (1984)  · Palapa B2P (1987 – 1996)  · Palapa B2R (1990 – 2000)  · Palapa B4 (1992 – 2005)
Indosat
Palapa C1 (1996 – 1999)  · Palapa C2 (1996 – 2011)  · Palapa D (2009 – 2020)
PSN
Palapa N1 (gagal diluncurkan)  · Merah Putih (2020 – 2034)  · SATRIA-1 (2023 – 2038)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan