Rabu, 04 November 2026
01:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Palang pintu

Palang pintu

batang untuk menghalangi akses melalui titik terkendali

Bagikan:
250px-Slb%2Blussen.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Palang pintu di Belanda .

Palang pintu, juga dikenal sebagai portal, adalah batang yang diputar untuk memalang atau menghalangi kendaraan atau pejalan kaki menggunakan sistem kontrol.[1] Palang pintu biasanya berputar secara vertikal dan saat dibuka, palang tampak tegak. Palang pintu umumnya diberi bandul untuk menjaga keseimbangannya. Palang pintu umumnya dapat memiliki panjang yang sama dengan lebar jalan sehingga dapat menghalangi kedua arah lalu lalang kendaraan.

Palang pintu otomatis

250px-Bourke-Docker_Street_level_crossing_boom_gate.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Palang perlintasan sebidang kereta api otomatis di New South Wales, Australia.

Telah banyak teknologi dikembangkan untuk palang otomatis. Sistem yang banyak digunakan adalah sistem elektromekanik mengingat keandalannya. Teknologi lain umumnya spesifik terhadap pabrikannya. Peralatan tersebut menggunakan motor arus listrik 24 V DC yang dapat dijalankan terus-menerus tanpa menghasilkan panas, sehingga palang elektromekanik dapat dioperasikan secara terus-menerus bahkan saat lalu lintas sibuk.

Pengoperasian palang otomatis

Palang otomatis dapat dijalankan melalui:

  • Tombol pencet
  • Kendali jarak jauh
  • Pembaca RFID
  • Detektor
  • Sensor optoelektronik
  • Kontrol akses pihak ketiga

Pemakaian

Palang pintu dapat dijumpai di perlintasan kereta api, jembatan gantung, fasilitas parkir, gardu pemeriksaan, dan pintu masuk daerah keamanan terbatas. Palang juga digunakan pada gerbang tol, dan juga dapat ditemukan di beberapa simpang susun jalan bebas hambatan yang diturunkan untuk mengatur atau membatasi gerak saat terjadi pembersihan jalan pasca kecelakaan atau penutupan jalan tanpa perlu mengirim pekerja atau polisi lalu lintas yang naik mobil patroli untuk menutup jalan. Tersedia palang otomatis dan manual. Palang manual dapat tampak seperti pintu gerbang (digerakkan secara horizontal). Di beberapa tempat, palang dipasang di jalan-jalan pinggiran kota untuk melambatkan lalu lintas, mencegah pergerakan menerus, serta memberi kesempatan kepada kendaraan khusus seperti layanan darurat dan bus menggunakan jalan tersebut.

Referensi

  1. ↑ Chaudhuri, Monalisa (2018-07-02). "Boom barrier to jaywalking". Diakses tanggal 2019-03-17.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan