Kamis, 15 Oktober 2026
03:39 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus

PLN Nusa Daya

perusahaan asal Indonesia

Bagikan:
PT Pelayanan Listrik Nasional Nusa Daya
Nama sebelumnyaPT Pelayanan Listrik Nasional Tarakan (2003-2023)
JenisPerseroan terbatas
IndustriKetenagalistrikan
Wilayah yang dilayani
Indonesia
Tokoh kunci
Feby Joko Priharto[1]
(Direktur Utama)
Agung Nugraha[2]
(Komisaris Utama)
Layanan
PendapatanKenaikan Rp 1,519 triliun (2021)[3]
Kenaikan Rp 72,643 miliar (2021)[3]
Total asetKenaikan Rp 689,106 miliar (2021)[3]
Total ekuitasKenaikan Rp 251,301 miliar (2021)[3]
PemilikPerusahaan Listrik Negara
Jumlah karyawan
Kenaikan 150 (2021)[3]

PT Pelayanan Listrik Nasional Nusa Daya atau biasa disingkat menjadi PLN Nusa Daya, adalah anak usaha dari PLN yang terutama menyediakan layanan operasi dan pemeliharaan untuk instalasi pembangkitan, transmisi, dan distribusi tenaga listrik yang terletak di Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2021, perusahaan ini memiliki tujuh kantor regional yang terutama terletak di Indonesia bagian timur.[3][4]

Sejarah

Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 1978 sebagai bagian dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan nama PLN Ranting Tarakan yang bertugas mengelola bisnis PLN di Tarakan. Pada tahun 1990, status ranting tersebut dinaikkan menjadi cabang dengan nama PLN Cabang Tarakan. Pada bulan Desember 2003, cabang tersebut resmi dipisah menjadi sebuah perusahaan tersendiri dengan nama PT Pelayanan Listrik Nasional Tarakan atau biasa disingkat menjadi PLN Tarakan.

Mulai tahun 2003 hingga 2016, perusahaan ini pun menyediakan dan menjual tenaga listrik di Tarakan dengan menerapkan tarif yang berbeda dari tarif nasional. Tetapi, pemerintah daerah setempat kemudian ingin agar tarif yang diterapkan di sana disamakan dengan tarif nasional. Pada tanggal 12 Oktober 2016, Gubernur Kalimantan Utara resmi mencabut Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL) yang dipegang oleh perusahaan ini, sehingga perusahaan ini tidak dapat lagi menyediakan dan menjual tenaga listrik di Tarakan. Penyediaan dan penjualan tenaga listrik di Tarakan lalu dikembalikan ke PLN.

Pada tanggal 30 November 2016, PLN mengarahkan perusahaan ini untuk menyediakan layanan operasi dan pemeliharaan untuk instalasi pembangkitan, transmisi, dan distribusi tenaga listrik. Perusahaan ini lalu memindahkan kantor pusatnya ke Balikpapan. Pada tahun 2017, perusahaan ini mendirikan PT Paguntaka Cahaya Nusantara untuk berbisnis di bidang penyediaan tenaga kerja.[3][4] Pada tahun 2017 juga, PLN menetapkan bahwa wilayah kerja perusahaan ini meliputi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, sementara sisanya merupakan wilayah kerja Haleyora Power.[5] Pada bulan Oktober 2023, perusahaan ini mengubah namanya menjadi seperti sekarang.[6]

Referensi

  1. ↑ "Dewan Direksi". PT Pelayanan Listrik Nasional Nusa Daya. Diakses tanggal 13 Maret 2024.
  2. ↑ "Dewan Komisaris". PT Pelayanan Listrik Nasional Nusa Daya. Diakses tanggal 13 Maret 2024.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 "Laporan Tahunan 2021" (PDF). PT Pelayanan Listrik Nasional Tarakan. Diakses tanggal 30 Maret 2023.
  4. 1 2 "Sekilas Perusahaan". PT Pelayanan Listrik Nasional Nusa Daya. Diakses tanggal 13 Maret 2024.
  5. ↑ "Laporan Tahunan 2020" (PDF). PT Haleyora Power. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2022-01-01. Diakses tanggal 1 Januari 2022.
  6. ↑ Candra, Candra (30 Oktober 2023). "Perluas Jangkauan Layanan, PLN Tarakan Berganti Nama Menjadi PLN Nusa Daya". Listrik Indonesia. Diakses tanggal 13 Maret 2024.
Ikon rintisan

Artikel bertopik badan usaha atau perusahaan Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan