Sabtu, 31 Oktober 2026
20:33 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

PLN Energi Gas

perusahaan asal Indonesia

Bagikan:
PT Pengembang Listrik Nasional Energi Gas
Nama sebelumnyaPT Pengembang Listrik Nasional Geothermal (2009-2017)
PT Pengembang Listrik Nasional Gas & Geothermal (2017-2023)
JenisPerseroan terbatas
IndustriKetenagalistrikan
Wilayah yang dilayani
Indonesia
Tokoh kunci
Mohamad Riza Affiandi[1]
(Direktur Utama)
Ahmad Daryanto Ariyadi[2]
(Komisaris Utama)
LayananPerencanaan, pengembangan, pembangunan, pengoperasian, serta pemeliharaan infrastruktur logistik dan transportasi gas alam
PendapatanRp 100,398 miliar (2020)[3]
Rp 4,735 miliar (2020)[3]
Total asetRp 876,17 miliar (2020)[3]
Total ekuitasRp 24,87 miliar (2020)[3]
PemilikPT PLN Energi Primer Indonesia
Jumlah karyawan
76 (2020)[3]

PT Pengembang Listrik Nasional Energi Gas atau biasa disingkat menjadi PLN Energi Gas, adalah anak usaha dari PLN Energi Primer Indonesia yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur transportasi gas alam. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2020, perusahaan ini juga memiliki kantor cabang di Samarinda.[3][4]

Sejarah

Perusahaan ini didirikan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) pada tahun 2009 dengan nama PT Pengembang Listrik Nasional Geothermal untuk mengembangkan pembangkit listrik berbasis panas bumi. Pada tahun 2014, perusahaan ini berekspansi ke bisnis penyediaan infrastruktur transportasi gas alam, sehingga pada tahun 2017, perusahaan ini mengubah namanya menjadi PT Pengembang Listrik Nasional Gas & Geothermal.[3][4] Pada tahun 2020, perusahaan ini berhasil menyelesaikan dua proyek besar, yakni proyek gasifikasi pipa gas Tanjung Batu sepanjang 48,3 kilometer di Samarinda dan pembuatan FSRU Sulawesi untuk keperluan gasifikasi PLTG Apung Zeynep Sultan berkapasitas 120 MW milik Karadeniz Powership di Amurang, Minahasa Selatan.[5]

Pada bulan Januari 2023, PLN menyerahkan mayoritas saham perusahaan ini ke PLN Energi Primer Indonesia sebagai bagian dari upaya untuk membentuk subholding di internal PLN yang bergerak di bidang pengadaan bahan bakar pembangkit listrik.[6] Pada bulan September 2025, perusahaan ini mengubah namanya menjadi seperti sekarang, karena memutuskan untuk fokus pada bisnis gas alam. Pada bulan Oktober 2025, perusahaan ini meresmikan fasilitas penyimpanan dan regasifikasi LNG baru di Tarakan.[7]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Dewan Direksi". PT Pengembang Listrik Nasional Gas & Geothermal. Diakses tanggal 31 Desember 2021.
  2. ↑ "Dewan Komisaris". PT Pengembang Listrik Nasional Gas & Geothermal. Diakses tanggal 31 Desember 2021.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 "Laporan Tahunan 2020" (PDF). PT Pengembang Listrik Nasional Gas & Geothermal. Diakses tanggal 31 Desember 2021.
  4. 1 2 "Sejarah Perusahaan". PT Pengembang Listrik Nasional Gas & Geothermal. Diakses tanggal 31 Desember 2021.
  5. ↑ Meilanova, Denis Riantiza (29 September 2020). "Karpowership Mulai Operasikan Pembangkit LNG di Indonesia". Bisnis Indonesia. Diakses tanggal 8 Maret 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Purwanti, Teti (3 Januari 2023). "Tok! PLN Resmi Punya 4 Subholding". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 1 April 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Geby, Noviana (30 Oktober 2025). "PLN Perkuat Keandalan Listrik Melalui Fasilitas Regasifikasi LNG". Radio Republik Indonesia. Diakses tanggal 8 Maret 2026.


Ikon rintisan

Artikel bertopik badan usaha atau perusahaan Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan