Rabu, 04 November 2026
02:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Owara Kaze no Bon

Owara Kaze no Bon

Bagikan:
250px-Kazenobon01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penari Owara Kaze no Bon

Owara Kaze no Bon (おわら風の盆) adalah festival tari Bon di Yatsuo, Toyama, Prefektur Toyama, Jepang dari 1 September hingga 3 September.

Diiringi lagu minyō berirama sedih "Etchū Owarabushi", tari Owara Kaze no Bon dibawakan para penari melewati jalan-jalan kota Yatsuo yang mendaki dan menurun. Penari wanita menari dengan gerakan yang lembut, sedangkan penari pria menari dengan gagah. Tari diiringi melodi melankolis dari shamisen dan alat musik gesek kokyū, sementara lirik lagu dilantunkan oleh wanita berusia matang. Penari membawakan tari sambil membisu.

Ada tiga jenis penyajian tari Owara Kaze no Bon:

  • Machinagashi: penari berkeliling di jalan-jalan kota bersama kelompok pemusik dan penyanyi (jikata)
  • Wa Odori: tari dibawakan oleh penari yang membentuk lingkaran
  • Butai Odori: tari dibawakan dibawakan di atas panggung yang berada di berbagai lokasi di dalam kota.

Asal-usul

Paling tidak ada tiga penjelasan tentang asal-usul kata owara dalam nama Owara Kaze no Bon. Kata owara kemungkinan berasal dari lirik lagu "Owaraibushi" (お笑い節, Melodi Tertawa) yang dinyanyikan para geisha sambil menari. Pada musim gugur 1812, para geisha bersenda gurau dengan mengenakan kostum dan menari di jalan-jalan. Dalam lirik lagu yang mereka nyanyikan terdapat kata owarai. Dari kata owarai selanjutnya berubah menjadi owara (tertawa).[1] Kemungkinan lain, tari ini dibawakan sambil memohon panen melimpah dan ikatan batang padi (wara) menjadi besar-besar (大藁, ōwara) sehingga disebut Owara Kaze no Bon.[1] Kemungkinan ketiga, owara adalah nama sebuah desa. Perempuan kelahiran Desa Owara dekat kota Yatsuo ketika bekerja sebagai pengasuh anak menyanyikan lagu nina bobo dengan suara yang merdu.[1]

Tari Owara dikabarkan pertama kali dibawakan pada tahun 1702 dalam perayaan selama tiga hari. Tari Owara Kaze no Bon seperti dikenal orang zaman sekarang terdiri dari tiga jenis: Hōnen Odori (Tari Honen, sejak tahun 1920), serta dua tari yang dimulai sejak 1929, Otoko Odori (tari pria), dan Onna Odori (tari wanita). Hōnen Odori adalah tari gaya lama, sedangkan Otoko Odori dan Onna Odori adalah tari gaya baru.

Referensi

  1. 1 2 3 "「おわら風の盆」Q&A". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-08-01. Diakses tanggal 2009-08-23.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan