Minggu, 27 September 2026
20:06 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Otto Dix

Otto Dix

Pelukis asal jerman

Otto Dix
250px-Bundesarchiv_Bild_183-45912-0002%2C_Berlin%2C_Otto_Dix-Ausstellung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Otto Dix
Lahir
Wilhelm Heinrich Otto Dix

(1891-12-02)2 Desember 1891
Meninggal25 Juli 1969(1969-07-25) (umur 77)
Singen, West Germany (present-day Germany)
Dikenal karenaPainting, Printmaking
PenghargaanIron Cross

Otto Dix adalah seorang pelukis berkebangsaan Jerman.[1] Dia lahir pada tanggal 2 Desember tahun 1891 di Untermhaus, Thuringia, Jerman dan meninggal di Singen,Baden-Württemberg saat 25 Juli 1969.[1][2] Mulai tahun 1920an, dia terkenal sebagai pelukis kehidupan malam kota Berlin dan manusia-manusia sengsara di jalan-jalan.[1] Hal ini dilakukan sebagai perwujudan dari bentuk-bentuk dekadensi dan kemerosotan sosial pada tahun-tahun setelah berakhirnya Perang Dunia I.[1]

Otto Dix merupakan lulusan akademi dari Dresden dan Dusseldorf.[1] Awalnya, seni lukis yang ditekuninya adalah impresionisme, ia bereksperimen dengan berbagai kecenderungan seni modern.[2] Lalu dia cenderung ke arah Dadaisme, dan selanjutnya beralih menjadi aliran 'Neue Sachlichkeit (bahasa Jerman) atau New Objectivity (bahasa Inggris).[1] Setelah Perang Dunia II berakhir, gaya ekspresionismenya kembali diwujudkan dalam karya-karyanya sebagai pernyataan-pernyataan tentang keyakinan religius.[1] Dia adalah anak dari seorang pekerja di kereta api yang awalnya magang di bidang dekoratif.[2]

Karyanya menjadi lebih alegoris di awal tahun 1930-an, dan pernah menjadi targetnya Nazi.[3] Karya-karya yang dihasilkannya terinspirasi dari tren di Italia juga Prancis.[3]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 Shadily, Hassan (1980).Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Baru van Hoeve.Hal 840
  2. 1 2 3 "Otto Dix". Encyclopedia Britannica. Diakses tanggal 11 Juni 2014.
  3. 1 2 "Oto Dix". The Art Story web. Diakses tanggal 11 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan