Sabtu, 24 Oktober 2026
03:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Otto Dix

Otto Dix

Pelukis asal jerman

Bagikan:
Otto Dix
250px-Bundesarchiv_Bild_183-45912-0002%2C_Berlin%2C_Otto_Dix-Ausstellung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Otto Dix
Lahir
Wilhelm Heinrich Otto Dix

(1891-12-02)2 Desember 1891
Meninggal25 Juli 1969(1969-07-25) (umur 77)
Singen, West Germany (present-day Germany)
Dikenal karenaPainting, Printmaking
PenghargaanIron Cross

Otto Dix adalah seorang pelukis berkebangsaan Jerman.[1] Dia lahir pada tanggal 2 Desember tahun 1891 di Untermhaus, Thuringia, Jerman dan meninggal di Singen,Baden-Württemberg saat 25 Juli 1969.[1][2] Mulai tahun 1920an, dia terkenal sebagai pelukis kehidupan malam kota Berlin dan manusia-manusia sengsara di jalan-jalan.[1] Hal ini dilakukan sebagai perwujudan dari bentuk-bentuk dekadensi dan kemerosotan sosial pada tahun-tahun setelah berakhirnya Perang Dunia I.[1]

Otto Dix merupakan lulusan akademi dari Dresden dan Dusseldorf.[1] Awalnya, seni lukis yang ditekuninya adalah impresionisme, ia bereksperimen dengan berbagai kecenderungan seni modern.[2] Lalu dia cenderung ke arah Dadaisme, dan selanjutnya beralih menjadi aliran 'Neue Sachlichkeit (bahasa Jerman) atau New Objectivity (bahasa Inggris).[1] Setelah Perang Dunia II berakhir, gaya ekspresionismenya kembali diwujudkan dalam karya-karyanya sebagai pernyataan-pernyataan tentang keyakinan religius.[1] Dia adalah anak dari seorang pekerja di kereta api yang awalnya magang di bidang dekoratif.[2]

Karyanya menjadi lebih alegoris di awal tahun 1930-an, dan pernah menjadi targetnya Nazi.[3] Karya-karya yang dihasilkannya terinspirasi dari tren di Italia juga Prancis.[3]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 Shadily, Hassan (1980).Ensiklopedia Indonesia.Jakarta:Ichtiar Baru van Hoeve.Hal 840
  2. 1 2 3 "Otto Dix". Encyclopedia Britannica. Diakses tanggal 11 Juni 2014.
  3. 1 2 "Oto Dix". The Art Story web. Diakses tanggal 11 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan