Minggu, 01 November 2026
02:34 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Otto Dempwolff

Otto Dempwolff

ahli bahasa, antropolog, dan dokter berkebangsaan Jerman

Bagikan:
Otto Dempwolff
250px-Otto_Dempwolff_1938.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir(1871-05-25)25 Mei 1871
Meninggal27 November 1938(1938-11-27) (umur 67)
Latar belakang akademik
Alma materUniversitas Königsberg
Universitas Berlin
Karya akademik
Disiplinkedokteran, linguistik, antropologi
Subdisiplin
Rumpun bahasa Austronesia

Otto Dempwolff (25 Mei 1871 – 27 November 1938) adalah dokter, ahli bahasa, dan antropolog berkebangsaan Jerman yang mengkhususkan diri dalam bidang rumpun bahasa Austronesia.

Awalnya bekerja sebagai dokter, Dempwolff memulai penelitian kebahasaan saat bertugas di Nugini dan Afrika Timur yang saat itu merupakan jajahan Kekaisaran Jerman. Di bawah bimbingan Carl Meinhof, dia memulai karier akademisnya di Hamburgisches Kolonialinstitut, yang kemudian menjadi bagian dari Universitas Hamburg. Pada tahun 1931, dia mendirikan "Seminar für indonesische und Südseesprachen", yang dia pimpin hingga wafatnya pada tahun 1938.[1][2] Dia juga menjadi anggota "Königlich Preußische Phonographische Kommission" (Komisi Fonografi Kerajaan Prusia) karena keahliannya di bidang kedokteran, serta bahasa-bahasa Afrika dan Indonesia. Tujuan dari komisi tersebut adalah untuk merekam sekitar 250 bahasa yang digunakan oleh para tahanan Perang Dunia I dari Jerman.[3]

Karya magnum opus berjudul Vergleichende Lautlehre des austronesischen Wortschatzes (Perbandingan fonologi kosakata bahasa Austronesia) (1934–1937) adalah rekonstruksi lengkap pertama dari sistem bunyi dan kosakata bahasa Proto-Austronesia.[1]

Lihat pula

  • Robert Blust, ahli bahasa Austronesia berkebangsaan Amerika Serikat.

Referensi

Catatan kaki

  1. 1 2 Blust, Robert (2013). The Austronesian Languages (Edisi revised). Australian National University. hdl:1885/10191. ISBN 978-1-922185-07-5. P. 528–543.
  2. ↑ Stolowsky, Alfred (1957). "Dempwolff, Otto". Neue Deutsche Biographie. 3: 592.
  3. ↑ Mahrenholz, Jürgen-K. (2020). "Südasiatische Sprach- und Musikaufnahmen im Lautarchiv der Humboldt-Universität zu Berlin". MIDA Archival Reflexicon: 3.

Daftar pustaka

  • Dempwolff, Otto (1916). Die Sandawe, Linguistisches und ethnographisches Material aus Deutsch Ostafrika, Abhandlungen des Hamburger Kolonialinstituts. Band XXXIV/Heft 19, L. Friederichsen, Hamburg 1916, 180 Seiten.
  • Dempwolff, Otto (1920) Die Lautentsprechungen der indonesischen Lippenlaute in einigen anderen austronesischen Sprachen, Habilitationsschrift. ZfES 2.Beiheft, Dietrich Reimer, Berlin 1920, 96 Seiten.
  • Dempwolff, Otto (1934). Vergleichende Lautlehre des austronesischen Wortschatzes, Band 1: Induktiver Aufbau einer indonesischen Ursprache. Beihefte zur Zeitschrift für Eingeborenen-Sprachen 15. Berlin: Dietrich Reimer.
  • Dempwolff, Otto (1937). Vergleichende Lautlehre des austronesischen Wortschatzes, Band 2: Deduktive Anwendung des Urindonesischen auf austronesische Einzelsprachen. Beihefte zur Zeitschrift für Eingeborenen-Sprachen 17. Berlin: Dietrich Reimer.
  • Dempwolff, Otto (1938). Vergleichende Lautlehre des austronesischen Wortschatzes, Band 3: Austronesisches Wörterverzeichnis. Beihefte zur Zeitschrift für Eingeborenen-Sprachen 19. Berlin: Dietrich Reimer.
  • Dempwolff, Otto (1939). Grammatik der Jabêm-Sprache auf Neuguinea. Abhandlungen aus dem Gebiet der Auslandskunde, vol. 50. Hamburg: Friederichsen de Gruyter.

Pranala luar


Flag of JermanBiography icon

Artikel bertopik biografi Jerman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan