Sabtu, 07 November 2026
10:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Manyung kerbau

Manyung kerbau

sejenis ikan manyung

Bagikan:
Manyung kerbau
250px-Osteog_milit_250728-133621_mark.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Manyung kerbau, Osteogeneiosus militaris
dari Paljaya, Segarajaya, Tarumajaya, Bekasi
250px-Osteogeneiosus_Valenciennesii_Bleeker.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pelat identifikasi menurut Bleeker, 1858
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
O. militaris
Nama binomial
Osteogeneiosus militaris
(Linnaeus, 1758)[2]
Sinonim[2]
  • Silurus militaris Linne, 1758: 305[3]
  • Osteogeneiosus macrocephalus Bleeker, 1846: 49
  • Osteogeneiosus longiceps Bleeker, 1846: 50
  • Osteogeneiosus Blochii Bleeker, 1846: 51
  • Osteogeneiosus gracilis Bleeker, 1846: 51
  • Osteogeneiosus ingluvies Bleeker, 1846: 51
  • Osteogeneiosus Valenciennesii Bleeker, 1846: 51
  • Osteogeneiosus cantoris Bleeker, 1853: 120
  • Osteogeniosus sthenocephalus Day, 1877: 469
Artikel takson sembarang

Manyung kerbau[4]: 122, 125,  [5]: 331  (Osteogeneiosus militaris) adalah salah satu spesies ikan manyung, anggota suku Ariidae. Ikan yang hidup di air payau dan asin ini menyebar luas di kawasan perairan tropika Indo-Pasifik Barat, sejak Pakistan di sebelah barat, ke timur hingga pesisir Asia Tenggara dan perairan Indonesia barat.[6] Dikenal sebagai Soldier catfish dalam bahasa Inggris, nama-nama lainnya di Indonesia adalah manyung kerbo (Btw.); lundu (Smg.); keting, keténg (Sby.); songop (Psr.), dan lain-lain.[4]: 122, 125,  [5]: 331 

Pengenalan

250px-Osteog_milit_250728-133742_mark.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sisi atas kepala
250px-Osteog_milit_250728-134639_mark.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pelat-pelat gigi di atas mulut
250px-Osteog_milit_250728-135059_mark.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wilayah ekor
250px-Osteog_milit_250728-133909_mark.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sisi bawah tubuh
250px-Osteog_milit_260426-080240_mark.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Manyung kerbau di pelelangan ikan

Ikan bertubuh sedang, licin tak bersisik; panjang hingga 31 cm. Kepala sangat memipih datar, sisi atasnya tertutupi oleh kulit yang halus. Moncongnya papak, dengan mulut di sisi bawah (inferior) dan (hanya) sepasang sungut di rahang atas; sungut-sungut itu keras kaku dan ujungnya mencapai pangkal sirip dada atau lebih. Sisi atas kepala dengan keping-keping tulang serupa perisai yang berpola kasar permukaannya, dengan lekuk fontanel yang memanjang di tengah dahi di antara dua mata.[7]: 1879 

Matanya kecil; garis tengahnya 5,5 hingga 8 kali lebih kecil dari panjang kepala. Gigi-giginya tersusun dalam pelat. Dua pelat gigi yang menempel di rahang atas sebelah depan (pelat maksilar) terbentuk dari gigi-gigi runcing halus seperti duri kecil (villiform); sedangkan empat pelat gigi yang terdapat di langit-langit mulut (palatum) berisi gigi-gigi kecil yang berbentuk kerucut yang berujung tumpul membulat. Sisir saring pada busur insang yang pertama berjumlah 10 atau 11 buah.[7]: 1879 

Sirip punggung (dorsal) tersusun oleh I jari-jari keras (duri) dan 7 jari-jari lunak; sedangkan sirip-sirip dada (pectoral) dengan I duri dan 9(-10) jari-jari lunak. Duri atau patil pada sirip punggung panjangnya 4/7 hingga 5/7 panjang kepala, sementara panjang patil sirip dada lk. 1/2 panjang kepala atau kurang; patil-patil itu bergigi bergerigi pada sisi depan dan belakangnya. Sirip perut (ventral) terdiri dari 6 jari-jari lunak, sedangkan sirip dubur (anal) tersusun dari 19-22 jari-jari lunak. Sirip lemak (adipose) kecil, pangkalnya lebih sempit daripada sepertiga jaraknya ke sirip punggung. Sisi atas tubuh kebiruan, sedangkan sisi bawah berwarna putih atau krem; tepi luar sirip punggung dan sirip lemak biru gelap.[5]: 330–331,  [7]: 1879 

Ekologi dan agihan

Manyung kerbau hidup di perairan berlumpur dekat pantai dan di estuaria; acap kali pula menghulu di bagian hilir sungai yang terpengaruh pasang, atau memasuki sistem danau dan telaga di belakang pantai.[7]: 1879  Ikan ini memangsa invertebrata dan ikan-ikan kecil.[6]

Osteogeneiosus militaris menyebar luas di kawasan perairan tropika Indo-Pasifik Barat: tercatat dari pantai barat India, Bangladesh, Burma, Singapura, Malaysia (Melaka, Sarawak), Brunei Darussalam, dan Dangkalan Sunda.[7]: 1879,  [6] Ditemukan pula di Pakistan,[6] serta di sungai dan Delta Mekong di Vietnam.[8]: 72,  [9]: 74,  [10]: 279  Di Indonesia, ikan ini dilaporkan dari Jawa (Jakarta, Semarang, Surabaya, Pasuruan); Madura; Laut Jawa; Sumatra (Bagansiapiapi); dan Kalimantan.[5]: 331 

Manfaat

Manyung kerbau merupakan ikan konsumsi berharga murah. Ikan ini terutama ditangkap dengan menggunakan pukat pantai, jaring serok, bubu laut, pukat tarik dan lain-lain. Manyung ini umumnya dijual segar di pasar.[6]

Catatan kaki

  1. ↑ Sidharthan, A. (2023). Osteogeneiosus militaris. The IUCN Red List of Threatened Species 2023: e.T197022A2478007. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2023-1.RLTS.T197022A2478007.en. Accessed on 04/xi/2026.
  2. 1 2 Fricke, R., W.N. Eschmeyer, & R. van der Laan (eds.) (2026). Eschmeyer's Catalog of Fishes: Genera, Species, References - version of 20 Oct. 2026. Electronic version accessed 04/xi/2026.
  3. ↑ Linnaeus, C. (1758). Systema naturae per regna tria naturae, secundum classes, ordines, genera, species, .... Tomus I. Editio decima, reformata: 305. Holmiae: Impensis Direct. Laurentii Salvii, 1758-1759.
  4. 1 2 Bleeker, P. (1858). Ichthyologiae Archipelagi Indici Prodromus vol I Siluri. Bataviae: Typis Langei &soc. (Terj. Ingg.: 104-110)
  5. 1 2 3 4 Weber, M. and L.F. de Beaufort. (1913). The Fishes of The Indo-Australian Archipelago II: 329-331. Leiden: E.J. Brill.
  6. 1 2 3 4 5 Froese, R. & D. Pauly (Eds). (2026). "Osteogeneiosus militaris (Linnaeus, 1758)" at FishBase, World Wide Web electronic publication (www.fishbase.org) - 06/2026. Accessed in 04/xi/2026.
  7. 1 2 3 4 5 Kailola, P.J. (1998). "Order Siluriformes: Ariidae (= Tachysuridae). Sea catfishes (fork-tailed catfishes)". in Kent E. Carpenter & Volker H. Niem (Eds.). FAO Species Identification Guide: The Living Marine Resources of The Western Pacific. Vol. 3, Batoid fish: 1827-1879. Rome: Food and Agriculture Organization.
  8. ↑ Rainboth, W.J., C. Vidthayanon, & Mai Dinh Yen. (2012). "Fishes of the Greater Mekong Ecosystem, with species list and photographic atlas". Miscellaneous Publications Museum of Zoology, University of Michigan no. 201, 6/1/2012.
  9. ↑ Tran, D.D., K. Shibukawa, P.T. Nguyen, ..., K. Utsugi. (2013). Fishes of the Mekong Delta, Vietnam. Can Tho: Can Tho Univ. Publ.
  10. ↑ Nagao Natural Environment Foundation. (2021). Fishes of the Indochinese Mekong. Tokyo: Nagao Natural Environment Foundation. xii+546 pages.

Pranala luar dan sumber informasi lain

  • V. Rayappa Pantulu (1963). "Studies on the Age and Growth, Fecundity and Spawning of Osteogeneiosus militaris (Linn.)" Journal du Conseil, Volume 28, Issue 2, September 1963, Pages 295–315, https://doi.org/10.1093/icesjms/28.2.295
  • P.K. Parida, A.K. Jaiswar, R. Palaniswamy, P. Kumar, & S.K. Chakraborty (2014). "Growth and mortality of Osteogeneiosus militaris (Linnaeus 1758) from Mumbai waters". Indian J. Fish., 61(1) : 12-15, 2014. (Laman ResearchGate)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan