Rabu, 28 Oktober 2026
17:37 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Orthorexia nervosa

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Februari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Orthorexia adalah gangguan makan yang ditandai dengan obsesi terhadap makanan yang dianggap sehat. Istilah ini diperkenalkan oleh seorang dokter Amerika bernama Steven Bratman. Pada keadaan lain, seorang dapat secara ekstrem menghindari makanan yang dipikirnya tidak sehat dan hanya makan jenis makanan tertentu.

Komplikasi

Komplikasi jangka panjang dari orthorexia adalah gangguan mental dan kesehatan. Apabila seorang dengan orthorexia terus menerus menghindari makanan dengan kandungan nutrisi yang diperlukan, maka tubuhnya akan kekurangan zat gizi tertentu.

Untuk menentukan diagnosis terhadap orthorexia, dokter perlu melakukan serangkaian wawancara medis. Melalui proses wawancara ini, dokter akan mengetahui apakah Anda peduli tentang apa yang Anda makan dibandingkan kesenangan yang Anda rasakan saat mengonsumsi makanan. Selain itu, dokter juga dapat mengetahui apakah pola makan yang Anda terapkan tersebut mengisolasi Anda secara sosial.

Gejala

Gejala orthorexia adalah adanya obsesi yang berlebihan pada makan makanan yang sehat. Pada keadaan ekstrem, seorang hanya akan makan makanan yang dipikirnya sehat.

Makan makanan yang sehat tentu saja baik bagi kesehatan Anda. Namun keadaan ini akan menimbulkan gangguan saat berubah menjadi obsesi. Kebiasaan makan sehat memakan waktu dan atensi yang berlebihan. Kebiasaan ini juga dapat menyebabkan Anda terisolasi dari kehidupan sosial.

Pengobatan

Penanganan orthorexia memerlukan dukungan dari lingkungan di sekitar penderitanya. Orthorexia umumnya ditangani dengan psikoterapi, terapi perilaku, dan pengobatan.

Pada tahap awal, seorang dengan orthorexia dapat diberikan terapi kognitif. Terapi ini biasanya diberikan pada pasien dengan gangguan obsesif-kompulsif.

Pemberian pengobatan dapat diberikan untuk membantu mengurangi gejala dari orthorexia. Obat yang diberikan biasanya berasal dari golongan antiansietas dan antidepresan.

Penyebab

Penyebab orthorexia belum diketahui secara pasti. Beberapa ahli menggolongkan orthorexia sebagai bagian dari gangguan obsesif-kompulsif.

Obsesi terhadap makanan dapat berawal dari kebiasaan keluarga, tren sosial, dan masalah ekonomi. Selain itu adanya riwayat penyakit yang diderita juga pada akhirnya dapat menyebabkan seorang mengeliminasi makanan tersebut dari pola makannya.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan