Jumat, 23 Oktober 2026
02:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Orthomorpha coarctata

Orthomorpha coarctata

Bagikan:
Orthomorpha coarctata
250px-Asiomorpha_coarctata_java.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Subfilum:
Kelas:
Subkelas:
Infrakelas:
Superordo:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
O. coarctata
Nama binomial
Orthomorpha coarctata
Sinonim[2]
Artikel takson sembarang

Orthomorpha coarctata atau dikenal dengan nama ulat gagak atau joyo gading adalah spesies kaki seribu dari famili Paradoxosomatidae. Hewan ini juga dikenal dengan nama long-flange millipede.[3] Kaki seribu ini berasal dari wilayah Asia Tenggara, tetapi sekarang sudah menyebar hampir ke seluruh wilayah tropis dan sub-tropis diseluruh dunia, termasuk Kepulauan Hawaii, Hindia Barat dan Kepulauan Galapagos.

Deskripsi

Spesies kaki seribu ini memiliki hitam dengan garis kuning didekat kakinya. Ulat jantan memiliki panjang berkisar antara 14,5–20,5 mm dan lebar 1,5 hingga 2,7 mm, sedangkan betina agak lebih besar dengan panjang antara 16,5–27,5 mm dan lebar 1,6–3,2 mm.

O. coarctata dapat dibedakan dari Oxidus gracilis , kaki seribu Asia lainnya yang diperkenalkan secara luas, dengan memiliki paranota (lunas lateral) yang lebih panjang dan runcing secara proporsional pada segmen tubuh tengah dan gonopoda (pelengkap reproduksi jantan) yang lebih panjang. O. coarctata unik dalam genus Orthomorpha karena gonopoda memiliki satu ujung yang sederhana, sedangkan spesies lain memiliki dua atau tiga lobus. Perbedaan ini menyebabkan beberapa penulis menempatkan O. coarctata dalam genus monotipe yang terpisah, Asiomorpha.

Ulat ini berkembang biak dengan bertelur, yang menetas setelah kurang lebih 6-12 minggu. O. coarctata dapat beberapa kali bertelur sepanjang hidupnya. O. coarctata diketahui dapat hidup hingga usia 8 tahun.

Disaat hewan ini merasa terancam, ia akan menggulung dirinya sebagaimana kaki seribu lainnya, dan dapat mengeluarkan cairan berbau tidak sedap.

  • Anatomi dari individu didapatkan di Thailand
    Anatomi dari individu didapatkan di Thailand
  • Jantan (A-I), Betina (J-L)
    Jantan (A-I), Betina (J-L)
  • Gonopoda

Ekologi

O. coarctata sering dijumpai hidup ditanah yang lembap, memiliki bahan organik tinggi. Biasanya di kebun, sawah, atau hutan. Hewan ini aktif di pagi hari dan malam hari, di mana saat siang, hewan ini biasanya akan tidur.

Ulat ini termasuk detrivor, di mana ia akan memakan bangkai hewan yang sudah mati. Ulat ini juga memakan daun, buah-buahan dan sayur. Dalam beberapa kasus, hewan ini bahkan dapat menyerang dan memakan cacing tanah.

Karena perkembang biakan yang cukup cepat, hewan ini sering dianggap spesies invasif, terlebih dengan kemunculannya yang dapat tiba-tiba dan banyak.

Persebaran

Ulat ini asli dari wilayah Asia Tenggara dan saat ini sudah menyebar ke banyak wilayah tropis-subtropis diseluruh dunia.

Referensi

  1. ↑ "Orthomorpha coarctata (ORTMCO)[Overview]| EPPO Global Database". gd.eppo.int. Diakses tanggal 2024-03-20.
  2. ↑ "MilliBase - Orthomorpha coarctata (Saussure, 1860)". www.millibase.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-03-20.
  3. ↑ "Cook Islands Biodiversity : Asiomorpha coarctata - Long-flange Millipede". cookislands.bishopmuseum.org. Diakses tanggal 2024-03-20.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan