Selasa, 20 Oktober 2026
10:33 WIB
TERKINI
Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau

Ordo salutis

Bagikan:

Ordo Salutis (Latin : "Order of Salvation"; Jerman "Heilsaneignung"; Belanda "Heilsweg" dan "Orde des Heils"; Inggris "The Way of Salvation" atau Urutan Keselamatan)[1] adalah salah satu konsep berurutan yang ada dalam Doktrin Keselamatan. Menurut Philip Schaff bahwa ordo salutis adalah "istilah dogmatik kristen menunjuk langkah-langkah berurutan oleh pekerjaan Roh Kudus dalam keselamatan."(monergism).[2] Alkitab tidak secara eksplisit memberikan kepada kita susunan yang lengkap tentang keselamatan, Alkitab memberikan kita dasar yang cukup untuk urutan seperti itu. Pendekatannya ada pada pernyataan Paulus di Roma 8:29-30.[1] Beberapa ayat yang merunjuk kepada Ordo Salutis : Roma 8:29-30; Roma 5:1-2; Roma 10:17; Yohanes 1:12; 1 Yohanes 3:9; Yohanes 10:10; dan Efesus 2:1.

Roma 8:29-30 (ITB LAI) :

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Pengertian

Menurut Louise Berkhof, memberikan pengertian secara logis (monergism)[3] :

Ordo salutis berbicara tentang proses yang melalui karya keselamatan, yang digenapi dalam Kristus secara subyektif didasari dalam hati orang berdosa. Tujuannya adalah menjabarkan berbagai macam gerakan Roh Kudus dalam penerapan karya penebusan dalam suatu urutan logis dan juga kaitan hubungan yang ada. Tekanannya bukan pada apa yang dilakukan manusia dalam memungkikan terjadinya anugerah Allah, tetapi pada apa yang dilakukan Allah dalam melaksanakannya.[1]

Historis

Menurut sejarah teologi, pada tahun 1737 Jacob Carpox, seorang teolog Lutheran, menciptakan istilah ordo salutis. Akan tetapi banyak teolog, baik Katolik Roma dan Protestan, telah mengusulkan berbagai versi "ordo keselamatan" baik sebelum maupun setelah Carpov.[3][4]

Skema

Dalam Calvinisme sendiri, terdapat beberapa teolog yang menjabarkan ordo salutis ini. Misalnya G. I. Williamson, Louise Berkhof, dan Anthony A. Hoekema.

Menurut G.I. Williamson dalam telaah Pengakuan Iman Westminster(Bab X - XV). Urutannya sebagai berikut :

  1. Panggilan
  2. Lahir Baru / Ciptaan Baru / Regenerasi
  3. Pembenaran
  4. Adopsi
  5. Pengudusan
  6. Konversi (Meliputi pertobatan dan Iman)
  7. Perbuatan Baik
  8. Pemuliaan.
  9. Ketekunan Orang-Orang Kudus.[5]

Menurut Louise Berkhof, Urutan ordo salutis sebagai berikut :

  1. Panggilan
  2. Lahir Baru / Ciptaan Baru / Regenerasi
  3. Pertobatan
  4. Iman
  5. Pembenaran
  6. Penyucian.[6]

Menurut Anthony A Hoekema , Urutan ordo salutis sebagai berikut :

  1. Lahir Baru / Ciptaan Baru / Regenerasi
  2. Konversi (Meliputi Pertobatan dan Iman)
  3. Pembenaran
  4. Pengudusan.
  5. Ketekunan.[7]

Namun, dalam penekanan Hoekema,bahwa proses keselamatan harus dipahami sebagai suatu pengalaman unitaris yang meliputi berbagai aspek yang dimulai dan berlanjut secara stimultan. Hoekema tidak memasukan panggilan dan Pemuliaan, karena panggilan mendahului proses keselamatan dan pemuliaan merupakan aspek Eskatologi.[7]

Pro dan Kontra

Ada 3 pendekatan yang digunakan untuk masalah "ordo keselamatan" (baik itu pro dan kontra) :

  • Ordo Salutis ada di dalam Alkitab. Pendukung dari konsep ini adalah John Murray,[8] Pengakuan Iman Westminster Bab X - XIII),[9] dan beberapa teolog lainnya.[3]
  • Ordo Salutis tidak secara ekplisit di dalam Alkitab, namun ada. Pendukung dari konsep ini adalah Louis Berkhof[1] dan Anthony A. Hoekema, dan beberapa teolog lainnya.[3]
  • Ordo Salutis tidak ada di dalam Alkitab. Pendukung dari konsep ini adalah Pelagius,[1] Karl Barth, Gerrit Berkouwer,[3] Herman Ridderbos,[10] Otto Weber, dan beberapa teolog lainnya.[11]

Lihat Pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Berkhof, Louis (2010). Teologi Sistematika Doktrin Keselamatan (4). Surabaya: Momentum. hlm. 7–9. ISBN 979-8307-14-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Schaff, Philip. "New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge, Vol. VIII: Morality - Petersen". Diakses tanggal 25 Juni 2020.
  3. 1 2 3 4 5 Hoekema, Anthony Andrew (2006). Diselamatkan oleh Anugerah. Surabaya: Momentum. hlm. 7–13. ISBN 978-979-8131-14-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Ferguson, Sinclair (1988). 'Ordo Salutis,' New Dictionary of Theology. Downers Grove: IVP Academic. hlm. 480.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Williamson, Gerald Irvin (2017). Pengakuan Iman Westminster. Surabaya: Momentum. hlm. vii, 135–136, 148–149. ISBN 979-8131-23-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Berkhof, 2010. Hlm. 2 - 3
  7. 1 2 Hoekema, 2017, Hlm. vii dan 17 - 18
  8. ↑ Murray, John (1999). Penggenapan dan Penerapan Penebusan. Surabaya: Momentum. hlm. 96.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ Letham, Robert (2009). The Westminster Assembly. Phillipsburg:: P&R Publishing. hlm. 242–246.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  10. ↑ Ridderbos, Herman (1975). Paul : An Outline of His Theology. Grand Rapids, Michigan: William B. Eerdmans. hlm. 44, 205.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  11. ↑ Fesko, John V. (2012). Beyond Calvin: Union with Christ and Justification in Early Modern Reformed 1517 - 1700. Göttingen: Vandenhoeck & Ruprecht GmbH & co. kg. hlm. 53–71.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan