Selasa, 20 Oktober 2026
08:55 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Ordnance QF 75 mm

Ordnance QF 75 mm

meriam tank

Bagikan:
Ordnance QF 75 mm
QF_75_mm_gun_on_Cromwell_tank.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Jenis Meriam tank
Negara asal Britania Raya
Sejarah pemakaian
Digunakan oleh Britania Raya
Pada perang Perang Dunia II

Meriam Ordnance QF 75 mm, disingkat OQF 75 mm, adalah sebuah meriam tank buatan Britania Raya pada Perang Dunia II. Meriam ini dibuat dengan mengubah kaliber laras meriam Ordnance QF 6 pounder 57 mm menjadi 75 mm, untuk memberikan kinerja yang lebih baik dalam melawan sasaran infanteri seperti penggunaan meriam 75mm M3 pada tank Sherman Amerika. QF berasal dari "quick-firing", merujuk pada penggunaan amunisi dengan peluru dan propelan dalam satu selongsong. Meriam ini juga terkadang dikenal sebagai ROQF dari Royal Ordnance (pabrikan) Quick-Firing.

Pengembangan

Sebelum dikenalkan pada ROQF 75 mm, tank-tank Britania Raya telah dilengkapi dengan meriam seperti QF 2 pounder (40-mm), dan kemudian meriam 57mm 6 pounder. Meriam-meriam ini dirancang untk menembakkan peluru penembus perisai, peluru kecil dan keras berkecepatan tinggi yang efektif melawan tank, tetapi memberikan daya rusak yang kecil terhadap sasaran seperti regu infanteri dan kendaraan ringan. Beerapa tank dengan peran pendukung infanteri dipasangi dengan meriam howitzer yang menembakkan peluru HE, seperti model awal dari tank Churchill dan Matilda II versi CS (Bantuan tembakan dekat) .

Meskipun meriam 75 mm memiliki peluru HE yang baik, senjata bantuan tembakan yang lebih kuat dibutuhkan, maka meriam howitzer 95 mm dipasang pada sejumlah kecil tank.[1]

Amunisi

250px-Loading_ammunition_into_Churchill_tank_Normandy_17-07-1944_IWM_B_7619.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mengisi amunisi ke dalam tank Churchill, Normandia Juli 1944

Meriam QF 75mm menggunakan amunisi buatan AS. Pelurunya merupakan amunisi "fixed", atau selongsong peluru dan proyektil disatukan dalam sebuah peluru.

  • Peluru HE M46[nb 1] dengan sumbu M48 atau M54.
Peledaknya yaitu TNT 149 pon (68 kg) atau 50/50 Amatol 136 pon (62 kg) atau trimonit 152 pon (69 kg).[nb 2] Sumbu M48 dapat disetel untuk detonasi pada tumbukan ("Superquick") atau detonasi tertunda; ketika dalam setelan "Superquick", mekanisme tunda akan memicu peluru jika tumbukan tidak memicu sumbu. Peluru M54 memiliki mekanisme tunda bervariabel; sumbu mulai terbakar saat peluru ditembakkan.
  • Peluru APC M61, dengan tracer pada bagian dasar.
Sebuah proyektil penembus perisai bertutup dengan tudung balistik tipis ("windshield") untuk aerodinamika yang lebih baik.
  • Peluru AP M72, dengan tracer pada bagian dasar.
Sebuah proyektil penembus perisai yang padat.

Penggunaan

Meriam ROQF 75 mm digunakan pada tank Churchill and Cromwell. Senjata ini digunakan di Italia dan pada Invasi Normandia (dan mungkin di Burma melawan Jepang[butuh rujukan]) hingga akhir perang. Sementara meriam 75 mm adalah konversi dari 6-pounder, beberapa unit mendapat kembali sejumlah tank dengan meriam 6-pounder karena memiliki daya tembak anti-tank yang lebih baik dari 75 mm, terlebih lagi 6-pounder dapat menggunakan peluru APCR dan APDS yang lebih efektif.

Meriam tank Britania Raya pada Perang Dunia II[butuh rujukan]
Meriam Berat peluru Kecepatan luncur Energi luncur,
kJ
2 pdr (AP/T ) 27 pon (12 kg) 2,650 ft/s (0,808 m/s) 295
6 pdr (AP ) 63 pon (29 kg) 3,000 ft/s (0,914 m/s) 1,100
75 mm 149 pon (68 kg) 2,050 ft/s (0,625 m/s) 1,300
17 pdr 17 pon (7,7 kg) 2,950 ft/s (0,899 m/s) 3,100

Lihat Pula

Senjata dengan peran, kinerja, dan era yang sepadan

Referensi

Catatan
  1. ↑ full name for the round was "Shell, fixed, HE M48, normal charge" followed by the fuze specification
  2. ↑ 80% ammonium nitrate, 10% TNT, 10% aluminium
Kutipan
  1. ↑ Cromwell Vehicle History and Specification 1983 HMSO p. xi
Referensi
  • US Document WO 219/2806, Appendix G to SHAEF/16652/GCT/Arty,
  • "Fire and Movement", Bovington Tank Museum
  • Churchill Tank - Vehicle History and Specifications 1983 HMSO ISBN0-11-290404-10-11-290404-1

Pranala luar

Meriam tank
Meriam antitank
Artileri medan dan howitzer
Artileri sedang dan berat
Meriam gunung
Mortir
Meriam antipesawat
Meriam pertahanan pesisir
Artileri jalur kereta api
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan