Kamis, 22 Oktober 2026
10:14 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama

Ngalop

Bagikan:
Ngalop
Jumlah populasi
141.700
Daerah dengan populasi signifikan
Bagian barat, utara dan sebagian besar timur-tenggara Bhutan (Thimphu, Gasa, Punakha, Wangdue Phodrang, Haa, Paro, Chukha)
Bahasa
Dzongkha
Agama
Buddhisme ·Bon
Kelompok etnik terkait
Tibet ·Monpa ·Sharchop ·Orang Sino-Tibet lainnya

Orang Ngalop (Dzongkha:སྔལོངཔ་ snga long pa; "orang-orang yang pertama kali bangkit" atau "orang-orang yang pertama kali bertobat" menurut cerita rakyat)[1] adalah orang-orang asli Tibet yang bermigrasi ke Bhutan pada awal abad kesembilan. Dahulu, para orientalis menyebut mereka "Bhote" atau Bhotiya, di mana istilah tersebut tak lagi digunakan karena juga merujuk pada orang Tibet.

Orang Ngalop memperkenalkan kebudayaan Tibet dan agama Buddha ke Bhutan dan menjadi kelompok masyarakat yang dominan dalam kebudayaan dan perpolitikan Bhutan modern. Bahasa mereka, Dzongkha, adalah bahasa nasional yang merupakan turunan dari bahasa Tibet Kuno. Orang Ngalop banyak mendiami kawasan Bhutan barat dan utara, termasuk ibu kota Thimphu dan wilayah-wilayah lain yang berbahasa Dzongkha. Istilah Ngalop dapat mencakup beberapa kelompok bahasa dan budaya yang terkait, seperti suku Kheng dan penutur bahasa Bumthang.[1][2][3]

Bahasa

Orang Ngalop ialah penutur bahasa Dzongkha. Dominasi mereka selama berabad-abad menjadikan Dzongkha sebagai bahasa resmi di seluruh negeri. Ada pula kelompok lain yang berbudaya Ngalop tetapi masih menuturkan bahasa lain seperti Kheng dan Bumthang. Selain itu, orang-orang Sharchop di Bhutan timur, yang berbicara bahasa Tshangla, juga telah mengadopsi budaya Ngalop dan mengidentifikasi diri sebagai Ngalop.[1][2][4]

Agama

Orang Ngalop sebagian besar beragama Buddha Tibet, khususnya mazhab Kagyu Vajrayana yang menjadi agama resmi di Bhutan. Sejumlah besar juga mengikuti mazhab Nyingma, yang dominan dalam sejarah awal Bhutan. Selain Buddha, sebagian kecil orang Ngalop juga memeluk Bon, agama etnis asli Himalaya.[2][5]

Gaya hidup

Tanaman pertanian utama orang-orang Ngalop adalah beras merah, kentang, jelai, dan tanaman iklim subtropis lainnya. Orang Ngalop membangun rumah dari kayu, batu, tanah liat, dan batu bata. Orang Ngalop juga terkenal akan bangunan benteng dan biara besar yang dikenal sebagai dzong yang sekarang berfungsi sebagai kantor pemerintahan. Druk Gyalpo dan sebagian besar pejabat pemerintah di Bhutan adalah etnis Ngalop, dan semua warga negara diharuskan mengikuti tata krama berpakaian Ngalop yang diadopsi secara nasional yang dissebut driglam namzha.[2][6]

Suku Ngalop menganut sistem keturunan matrilineal.[7]

Catatan kaki

  1. 1 2 3 van Driem, George L. (1993). "Language Policy in Bhutan". London: SOAS. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 November 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4  Artikel ini berisi bahan berstatus domain umum dari  dokumen Perpustakaan Kongres Amerika Serikat: Robert L. Worden (September 1991). Andrea Matles Savada (ed.). Bhutan: A country study. Divisi Penelitian Federal. Ethnic Groups.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑  Artikel ini berisi bahan berstatus domain umum dari  dokumen Perpustakaan Kongres Amerika Serikat: Robert L. Worden (September 1991). Andrea Matles Savada (ed.). Bhutan: A country study. Divisi Penelitian Federal. Introduction.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑  Artikel ini berisi bahan berstatus domain umum dari  dokumen Perpustakaan Kongres Amerika Serikat: Robert L. Worden (September 1991). Andrea Matles Savada (ed.). Bhutan: A country study. Divisi Penelitian Federal. Languages.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑  Artikel ini berisi bahan berstatus domain umum dari  dokumen Perpustakaan Kongres Amerika Serikat: Robert L. Worden (September 1991). Andrea Matles Savada (ed.). Bhutan: A country study. Divisi Penelitian Federal. Religious Tradition.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑  Artikel ini berisi bahan berstatus domain umum dari  dokumen Perpustakaan Kongres Amerika Serikat: Robert L. Worden (September 1991). Andrea Matles Savada (ed.). Bhutan: A country study. Divisi Penelitian Federal. Housing.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Women in Agriculture, Environment and Rural Production" (PDF). Fact Sheet Bhutan. Food and Agriculture Organization of the United Nations. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-05-18.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan