Rabu, 30 September 2026
02:22 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang

Ngalop

Bagikan:
Ngalop
Jumlah populasi
141.700
Daerah dengan populasi signifikan
Bagian barat, utara dan sebagian besar timur-tenggara Bhutan (Thimphu, Gasa, Punakha, Wangdue Phodrang, Haa, Paro, Chukha)
Bahasa
Dzongkha
Agama
Buddhisme ·Bon
Kelompok etnik terkait
Tibet ·Monpa ·Sharchop ·Orang Sino-Tibet lainnya

Orang Ngalop (Dzongkha:སྔལོངཔ་ snga long pa; "orang-orang yang pertama kali bangkit" atau "orang-orang yang pertama kali bertobat" menurut cerita rakyat)[1] adalah orang-orang asli Tibet yang bermigrasi ke Bhutan pada awal abad kesembilan. Dahulu, para orientalis menyebut mereka "Bhote" atau Bhotiya, di mana istilah tersebut tak lagi digunakan karena juga merujuk pada orang Tibet.

Orang Ngalop memperkenalkan kebudayaan Tibet dan agama Buddha ke Bhutan dan menjadi kelompok masyarakat yang dominan dalam kebudayaan dan perpolitikan Bhutan modern. Bahasa mereka, Dzongkha, adalah bahasa nasional yang merupakan turunan dari bahasa Tibet Kuno. Orang Ngalop banyak mendiami kawasan Bhutan barat dan utara, termasuk ibu kota Thimphu dan wilayah-wilayah lain yang berbahasa Dzongkha. Istilah Ngalop dapat mencakup beberapa kelompok bahasa dan budaya yang terkait, seperti suku Kheng dan penutur bahasa Bumthang.[1][2][3]

Bahasa

Orang Ngalop ialah penutur bahasa Dzongkha. Dominasi mereka selama berabad-abad menjadikan Dzongkha sebagai bahasa resmi di seluruh negeri. Ada pula kelompok lain yang berbudaya Ngalop tetapi masih menuturkan bahasa lain seperti Kheng dan Bumthang. Selain itu, orang-orang Sharchop di Bhutan timur, yang berbicara bahasa Tshangla, juga telah mengadopsi budaya Ngalop dan mengidentifikasi diri sebagai Ngalop.[1][2][4]

Agama

Orang Ngalop sebagian besar beragama Buddha Tibet, khususnya mazhab Kagyu Vajrayana yang menjadi agama resmi di Bhutan. Sejumlah besar juga mengikuti mazhab Nyingma, yang dominan dalam sejarah awal Bhutan. Selain Buddha, sebagian kecil orang Ngalop juga memeluk Bon, agama etnis asli Himalaya.[2][5]

Gaya hidup

Tanaman pertanian utama orang-orang Ngalop adalah beras merah, kentang, jelai, dan tanaman iklim subtropis lainnya. Orang Ngalop membangun rumah dari kayu, batu, tanah liat, dan batu bata. Orang Ngalop juga terkenal akan bangunan benteng dan biara besar yang dikenal sebagai dzong yang sekarang berfungsi sebagai kantor pemerintahan. Druk Gyalpo dan sebagian besar pejabat pemerintah di Bhutan adalah etnis Ngalop, dan semua warga negara diharuskan mengikuti tata krama berpakaian Ngalop yang diadopsi secara nasional yang dissebut driglam namzha.[2][6]

Suku Ngalop menganut sistem keturunan matrilineal.[7]

Catatan kaki

  1. 1 2 3 van Driem, George L. (1993). "Language Policy in Bhutan". London: SOAS. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 November 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4  Artikel ini berisi bahan berstatus domain umum dari  dokumen Perpustakaan Kongres Amerika Serikat: Robert L. Worden (September 1991). Andrea Matles Savada (ed.). Bhutan: A country study. Divisi Penelitian Federal. Ethnic Groups.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑  Artikel ini berisi bahan berstatus domain umum dari  dokumen Perpustakaan Kongres Amerika Serikat: Robert L. Worden (September 1991). Andrea Matles Savada (ed.). Bhutan: A country study. Divisi Penelitian Federal. Introduction.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑  Artikel ini berisi bahan berstatus domain umum dari  dokumen Perpustakaan Kongres Amerika Serikat: Robert L. Worden (September 1991). Andrea Matles Savada (ed.). Bhutan: A country study. Divisi Penelitian Federal. Languages.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑  Artikel ini berisi bahan berstatus domain umum dari  dokumen Perpustakaan Kongres Amerika Serikat: Robert L. Worden (September 1991). Andrea Matles Savada (ed.). Bhutan: A country study. Divisi Penelitian Federal. Religious Tradition.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑  Artikel ini berisi bahan berstatus domain umum dari  dokumen Perpustakaan Kongres Amerika Serikat: Robert L. Worden (September 1991). Andrea Matles Savada (ed.). Bhutan: A country study. Divisi Penelitian Federal. Housing.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Women in Agriculture, Environment and Rural Production" (PDF). Fact Sheet Bhutan. Food and Agriculture Organization of the United Nations. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-05-18.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan