Minggu, 01 November 2026
16:52 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Orang Lucania

Orang Lucania

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (September 2026)
330px-Osco_diffusione.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bahasa Oska pada abad ke-5 SM.

Orang Lucania (Latin: Lucani) adalah sebuah suku Italik yang tinggal di Lucania, yang sekarang menjadi Italia selatan, yang berbicara bahasa Oska, salah satu anggota rumpun bahasa Italik. Kini, penduduk daerah Basilicata masih dipanggil Lucani, dan dialek mereka pula.[1]

Bahasa dan aksara

250px-Monnaie_en_or%2C_Lucanie%2C_M%C3%A9taponte.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah koin emas dari Lucania yang bertanggal antara tahun 620 dan 294 SM

Orang Lucania berbicara bahasa Oska.[2] Terdapat sedikit inskripsi dan koin di area tersebut yang bertahan dari abad ke-4 atau ke-3 SM; mereka menggunakan aksara Yunani.[3][4]

Referensi

  1. ↑ Isayev, Elena (2007). Inside ancient Lucania: dialogues in history and archaeology. Institute of Classical Studies, University of London. ISBN 978-1-905670-03-1.
  2. ↑ "Oxford Classical Dictionary". Oxford University Press. Diakses tanggal 15 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ see Conway, Italic Dialects, p. II sqq.; Mommsen, C.I.L. x. p. 2I; Roehl, Inscriptiones Graecae Antiquissimae, 547.
  4. ↑ Scheu, Frederick (1964). The Numismatic Chronicle and Journal of the Royal Numismatic Society. hlm. 65–66. Diakses tanggal 2025-09-15.


Ikon rintisan

Artikel bertopik kelompok etnik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan