Rabu, 04 November 2026
03:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Orang Jerman Sudeten

Orang Jerman Sudeten

Kelompok masyarakat Jerman dahulu

Bagikan:
Orang Jerman Sudeten
Sudetendeutsche
250px-Kratky%2C_Frantisek_-_Sumava%2C_drevorubci_%28ca_1890%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kelompok etnis Jerman di Hutan Bohemia
Jumlah populasi
ca 3.252.000 tahun 1910[1][2][3]
Daerah dengan populasi signifikan
Bohemia, Moravia dan Schlesien Ceko
Bahasa
Dialek Bayern dan Austria
Schlesien
Sachsen Hulu
Erzgebirgisch
Franken Timur
Lausitz Hulun
Jerman Standar
Agama
Mayoritas Katolik
Minoritas Protestan

Orang Jerman Bohemia dan Jerman Moravia (bahasa Jerman:Deutschböhmen und Deutschmährer (de)), juga disebut orang Jerman Sudeten (bahasa Jerman:Sudetendeutsche (de)) pada awal abad ke-20, adalah orang Jerman yang pernah tinggal di wilayah Kerajaan Bohemia dan Markgrafschaft Mähren (bagian dari Tanah Mahkota Bohemia) pada masa Kekaisaran Austria dan Austria-Hungaria. Setelah kekaisaran tersebut dibubarkan seusai Perang Dunia I, upaya untuk mendirikan Republik Jerman-Austria mengalami kegagalan dan wilayah Sudetenland jatuh ke tangan Cekoslowakia.

Sebelum tahun 1945, Cekoslowakia dihuni oleh lebih dari tiga juta orang Jerman,[4] yang mencakup sekitar 23% populasi Cekoslowakia dan sekitar 29,5% populasi Bohemia dan Moravia.[5] Orang Jerman pindah ke kawasan Bohemia (wilayah elektoral Kekaisaran Romawi Suci) semenjak abad ke-11, khususnya di wilayah perbatasan Sudetenland.[6] Mereka dikenal dengan nama orang Jerman Sudeten setelah jatuhnya Austria-Hungaria. Seusai Perang Dunia II pada tahun 1945, sebagian besar orang Jerman diusir dari Cekoslowakia dan mereka terpaksa pindah ke Jerman atau Austria.

Wilayah yang dikenal dengan nama Sudetenland memiliki tempat pembuatan bahan kimia, tambang lignit, serta pabrik tekstik, keramik, dan kaca. Wilayah perbatasan Bohemia dengan Bayern mayoritas dihuni oleh orang Jerman. Hutan Pfalz Hulu yang terbentang di sepanjang perbatasan Bayern merupakan wilayah permukiman Jerman. Sementara itu, di Moravia terdapat wilayah-wilayah yang dihuni oleh orang Jerman yang "terkurung". Yang juga sering ditemui adalah "pulau bahasa" Jerman: kota-kota yang dihuni oleh minoritas Jerman dikelilingi oleh orang-orang Ceko. Tidak semua orang Jerman hidup terpisah; banyak orang Ceko dan Jerman yang bercampur di berbagai tempat. Namun, semenjak paruh kedua abad ke-19, orang Jerman dan Ceko mulai masuk ke institusi budaya, pendidikan, politik, dan ekonomi yang terpisah. Pemisahan ini berlanjut hingga orang-orang Jerman diusir seusai Perang Dunia II.

Sebagian besar orang Jerman Sudeten menganut agama Katolik yang merupakan warisan kekuasaan Wangsa Habsburg selama berabad-abad.

Catatan kaki

  1. ↑ Archiv Verlag - Österreich und seine Geschichte in Wort und Bild
  2. ↑ "Historische Dokumente". ARCHIV VERLAG. Diakses tanggal 2 April 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Historische Dokumente". ARCHIV VERLAG. Diakses tanggal 2 April 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Expellee 'Provocation': Prague Refuses Apology to Sudeten Germans". Der Spiegel. 14 Juni 2011.
  5. ↑ "Czech Statistical Office". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-12-03. Diakses tanggal 2011-08-09.
  6. ↑ Otto Bauer. The Question of Nationalities and Social Democracy (Minneapolis: University of Minnesota press, 2000), 160


Ikon rintisan

Artikel bertopik kelompok etnik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan