Minggu, 01 November 2026
00:30 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Orang Gua Longlin dan Malu

Orang Gua Longlin dan Malu

Bagikan:
Orang Gua Longlin dan Malu
Rentang waktu: Pleistosin akhir,
0.0145–0.0115 jtyl
Rekonstruksi tengkorak (kiri atas) dengan pecahan-pecahan tengkorak
Longlin 1, bagian tengkorak
Klasifikasi ilmiah
(diperdebatkan)
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Tribus:
Genus:
Spesies:
belum pasti
Artikel takson sembarang

Orang Gua Longlin dan Malu merupakan populasi manusia prasejarah termuda yang diketahui yang tidak mirip dengan manusia modern. Fosil-fosil berumur antara 14.500 dan 11.500 tahun ditemukan di Gua Longlin (隆林, Lóng lín) dan Gua Malu (马鹿, Mǎ lù, "rusa merah") di Tiongkok. Memiliki fitur-fitur campuran purba dan modern, mereka untuk sementara dianggap sebagai spesies terpisah dari manusia yang telah punah tanpa berkontribusi pada kumpulan gen manusia modern. [1] Terdapat bukti yang memperlihatkan bahwa rusa besar dimasak di dalam Gua Malu, sehingga populasi manusia prasejarah ini dinamakan demikian. [2]

Penemuan

lossy-page1-250px-Maludong_mandibles.tif.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rahang bawah

Pada tahun 1979, sebagian tengkorak dari penghuni gua ditemukan di Gua Longlin di Guangxi Zhuang, wilayah Cina. Sisa peninggalan manusia selanjutnya digali dari Gua Malu di Provinsi Yunnan. [3] Fosil-fosil dari penghuni Gua Malu berusia antara 14.500 dan 11.500 tahun, menggunakan arang yang ditemukan pada endapan fosil. Selama masa hominin ini hidup, semua spesies manusia prasejarah lainnya seperti Neanderthal diperkirakan telah punah. Manusia Gua Longlin dan Malu oleh karena itu lebih baru daripada Homo floresiensis (dikenal dengan "Hobbits") berusia sampai 13.000 tahun lalu. [4]

Anatomi

Meskipun usia mereka yang baru, fosil-fosil tersebut memperlihatkan fitur-fitur dari manusia yang lebih primitif. Penghuni Gua Longlin dan Malu memiliki fitur-fitur yang berbeda dari manusia modern: muka datar, hidung lebar, rahang menjorok tanpa dagu, geraham yang besar, alis yang menonjol, tulang tengkorak yang besar, dan otak berukuran sedang.[4]

Status sebagai spesies terpisah

Walaupun fitur-fitur fisik dari orang Gua Longlin dan Malu menunjukan bahwa mereka mungkin adalah spesies dari manusia prasejarah yang belum ditemukan, para ilmuwan yang menemukan mereka berkeberatan mengklasifikan mereka sebagai sebuah spesies baru. [4] Chris Stringer dari Natural History Museum di London telah menyarankan bahwa mereka mungkin hasil dari perkawinan antara Denisovan dan manusia modern. [2] Ilmuwan lainnya tetap skeptis, menyarankan bahwa fitur-fitur unik yang ada sesuai dengan variasi-variasi yang diharapkan pada populasi manusia. [4]

Percobaan untuk mengambil DNA sampai sejauh ini gagal tetapi terus dilanjutkan. Sekali ini sudah dilakukan ia akan memungkinkan untuk menentukan hubungan antara grup ini dan manusia modern lainnya. [4]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Deborah Smith (2012-03-15). "Scientists stumped by prehistoric human whose face doesn't fit". Brisbane Times.
  2. 1 2 Barras, Colin (2012-03-14). "Chinese human fossils unlike any known species". New Scientist. Diakses tanggal 2012-03-15.
  3. ↑ DOI:[//dx.doi.org/10.1371/journal.pone.0031918 10.1371/journal.pone.0031918 ]
    Rujukan ini akan diselesaikan secara otomatis dalam beberapa menit. Anda dapat melewati antrian atau membuat secara manual
  4. 1 2 3 4 5 James Owen (2012-03-14). "Cave Fossil Find: New Human Species or "Nothing Extraordinary"?". National Geographic News.

Pranala luar

Bagian dari rangkaian mengenai Evolusi manusia
Hominini
Australopithecine
Ardipithecus
Australopithecus
Paranthropus
Manusia dan manusia purba
Homo erectus
Berhubungan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan