Sabtu, 31 Oktober 2026
18:56 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Oposisi parlementer

Bagikan:

Oposisi parlementer adalah bentuk oposisi politik terhadap pemerintah yang sah, khususnya dalam Westminster yang berbasis sistem parlementer. Artikel ini menggunakan istilah pemerintah seperti yang digunakan dalam sistem Parlemen, yang berarti administrasi atau kabinet alih-alih negara. Istilah "Oposisi Resmi" biasanya merujuk kepada partai terbesar yang berseberangan dengan pemerintah dan pemimpinnya diberi gelar "Pemimpin Oposisi".

Dalam majelis Past Past the Post, kecenderungan tarik-menarik dua partai politik utama atau pengelompokan partai berjalan dengan kuat, peran sebagai pemerintah dan oposisi dapat dilakukan oleh dua kelompok partai utama tersebut secara bergantian.

Semakin representatif sistem perwakilan, semakin besar pula kemungkinan banyak partai politik yang muncul dalam ruang debat di parlemen. Sistem semacam ini dapat menumbuhkan banyak partai "oposisi" yang memiliki sedikit kesamaan dan keinginan minimal untuk membentuk blok bersatu yang menentang pemerintah saat itu.

Beberapa sistem demokrasi yang terorganisir dengan baik, yang didominasi oleh satu faksi tunggal dalam jangka panjang, mengurangi oposisi parlementer menjadi tokenisme. Contohnya Singapura, memiliki jumlah oposisi yang sedikit, Afrika Selatan di bawah rezim 'apartheid' mempertahankan ketidakseimbangan jangka panjang di parlemen. Dalam beberapa kasus, partai-partai "oposisi" yang jinak sengaja diciptakan oleh kelompok-kelompok pemerintah untuk menciptakan kesan debat yang demokratis.

Lihat juga

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan