Selasa, 29 September 2026
13:15 WIB
TERKINI
Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan

Opistotonus

Bagikan:

Opitotonus adalah suatu sikap pada tubuh abnormal ketika posisi tubuh mengalami kaku dan melengkung ke belakang, kemudian dengan kepala tertekuk ke belakang.[1] Sumber lain menjelaskan bahwa Opitotonus adalah posisi yang tidak seimbang yang menjadi akibat kontraksi yang tidak henti-hentinya, jadi semua otot yang berlawanan semuanya, dan terjadinya kekejangan tubuh dengan ciri khas tulang punggung melengkung ke belakang, tungkai meregang, dan siku terlipat.[2][3] Keadaan ini terjadi pada penderita tetanusatau orang keracunan obat strikhnina, Untuk mengurangi gejala ini biasanya diberikan obat penenang dan pelemas otot.[3] Namun, untuk menghilangkannya diperlukan pengobatan terhadap penyebabnya.[3] Dalam kasus ini Jika penderita atau pasien dengan opistotonus terlentang, maka hanya bagian belakang kepala dan tumit yang menyentuh permukaan pendukung.[1] Terjadinya Opistotonus lebih sering ditemui pada bayi dan anak-anak dibandingkan pada orang dewasa.[1] karena pada anak maupun bayi masih memiliki sistem saraf yang belum matang.[1] Obat-obatan seperti fenotiazin dan obat antipsikotik lainnya yang dikonsumsi oleh penderita sebelumnya, kemudian dari obat-obatan tersebut memiliki efek samping yang disebut reaksi dystonic akut.[1] Opistotonus merupakan bagian dari reaksi itu.[1] Dalam kasus yang jarang terjadi, banyak bayi yang lahir dari ibu yang minum alkohol dalam jumlah besar selama kehamilan, dan saat bayi terlahirkan dari rahim ibu yang minum alkohol tersebut kemungkinan besar memiliki opisthotonus karena withdrawal alkohol.[1]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 "Sikap Tubuh Abnormal yang Menandai Kegawatan". Diakses tanggal 18 juni 2014.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=[pranala nonaktif permanen]
  2. ↑ Berhram Klirgman Arvin. Ilmu Kesehatan Anak. Surabaya: EGC. hlm. 1005. ISBN 9794484644.
  3. 1 2 3 "Opitotonus" (PDF). Diakses tanggal 18 Juni 2014.[pranala nonaktif permanen]


Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan