Kamis, 15 Oktober 2026
12:03 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Operasi Gibraltar

Operasi Gibraltar

Bagikan:
Operasi Gibraltar
Bagian dari Perang India-Pakistan 1965
250px-Kashmir_gibraltar.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pakistan masuk ke daerah yang ditandai dalam hijau tua.
TanggalAgustus 1965
Lokasi
Hasil

Tidak ada perolehan yang besar di antara kedua belah pihak.[1][2][3]

Dimulainya Perang Kashmir Kedua.
Pihak yang terlibat
 Pakistan  India
Pemimpin atau tokoh terkemuka
May. Jend. Akhtar Hussain Malik[4][5][6] Jend. J.N Chaudhurie
Brigjen. Z.C.Bakhshi[6]
Kekuatan
5.000 - 40.000 100.000 – 200.000
Korban jiwa dan kerugian
4.000[7][8] - 8,000[9] 1341

Operasi Gibraltar adalah codename (nama kode) yang diberikan kepada strategi Pakistan untuk menyusup ke Jammu dan Kashmir, India, dan memulai pemberontakan melawan pemerintahan India. Operasi ini dilancarkan pada Agustus 1965. Tentara Penerjun Payung Lintas Udara Pakistan ke-50 dan gerilyawan Pakistan, menyamar sebagai penduduk lokal, memasuki Jammu dan Kashmir dari Pakistan dengan tujuan menghasut pemberontakan di antara Muslim Kashmir. Namun, strategi ini berjalan kacau dari awal karena tidak terkoordinasi dengan baik dan para penyusup segera ditemukan.

Operasi ini adalah operasi yang besar karena memicu keterlibatan militer dengan skala besar antara dua negara yang bertentangga ini, pertama kali sejak Perang India-Pakistan 1947. Kesuksesan operasi ini, seperti yang diperkirakan oleh perencana Pakistannya, bisa saja memberikan Pakistan kontrol atas Kashmir yang bersatu; sesuatu yang diinginkan oleh Pakistan untuk diraih sedini mungkin.

Referensi

  1. ↑ Schofield, Victoria (2003). Kashmir in conflict: India, Pakistan and the unending war. I.T. Tauris & Co Ltd, 2003. ISBN 1-86064-898-3.
  2. ↑ Dossani, Rafiq (2005). Prospects for peace in South Asia. Stanford University Press, 2005. ISBN 0-8047-5085-8.
  3. ↑ Wirsing, Robert (1994). India, Pakistan, and the Kashmir dispute: on regional conflict and its resolution. St. Martins Press, 1998. ISBN 0-312-17562-0.
  4. ↑ Ahmad, Mustasad (1997). Living up to heritage: history of the Rajput Regiment 1947-1970. Lancer Publishers,. hlm. 245.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  5. ↑ Singh, Sukhwant. India's Wars Since Independence. hlm. 416.
  6. 1 2 Rao, K. V. Krishna (1991). Prepare or perish: a study of national security. Lancer Publishers. hlm. 123. ISBN 978-81-7212-001-6.
  7. ↑ "Kashmiris didn't back Pakistan in 1965: Gohar" (HTML). The Tribune. 6 June, 2005. Diakses tanggal 2007-07-08. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  8. ↑ "Opinion: The Way it was 4: extracts from Brig (retd) ZA Khan's book". Defence Journal. Dynavis (Pvt) Ltd. Mei 1998. Diarsipkan dari asli (HTML) tanggal 2010-11-13. Diakses tanggal 2007-07-08.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "Ayub misled nation in '65 war: Nur Khan". Khaleej Times. 8 September, 2005. Diarsipkan dari asli (HTML) tanggal 2013-05-21. Diakses tanggal 2007-07-08. {{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan