Jumat, 30 Oktober 2026
22:06 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Operasi Bolívar

Operasi Bolívar

Pengumpulan dan transmisi informasi rahasia dari Amerika Latin ke Eropa

Bagikan:
Operasi Bolívar
Bagian dari Palagan Amerika dalam Perang Dunia II
330px-Operation_BOLIVAR_World_War_II_Latin_America.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
LokasiAmerika Latin[1]
TujuanPengumpulan dan transmisi informasi rahasia dari Amerika Latin ke Eropa[1]
Tanggal1940 – 1945[1][2]
Dieksekusi oleh Jerman Nazi
HasilKegagalan strategis Nazi. Terusan Panama tetap terbuka, sabotase tambang tembaga Chili digagalkan. Mayoritas negara Amerika Latin bergabung dengan Sekutu, Argentina tidak bergabung dengan Poros.

Operasi Bolívar adalah nama kode untuk spionase Jerman Nazi di Amerika Latin selama Perang Dunia II. Operasi ini dibawah kendali Departemen VID 4 dari Layanan Keamanan Jerman. Tujuan utama dari operasi ini adalah pengumpulan dan transmisi informasi rahasia dari Amerika Latin ke Eropa. Secara keseluruhan, Jerman sukses dalam membangun sebuah rahasia jaringan komunikasi radio dari stasiun kontrol mereka di Argentina, serta sistem kurir yang melibatkan penggunaan dari kapal dagang spanyol untuk pengiriman intelijen di atas kertas.

Namun, pihak berwenang Argentina menahan sebagian besar agen Jerman yang beroperasi di negara mereka pada pertengahan tahun 1944, mengakhiri semua aktivitas Bolivar yang efektif. Selain itu, informasi yang dikumpulkan selama operasi diyakini lebih bermanfaat bagi Sekutu. Johannes Siegfried Becker (Sargo) adalah tokoh utama dalam operasi ini dan orang yang secara pribadi bertanggung jawab untuk mengatur sebagian besar pengumpulan intelijen di Amerika Latin. Becker pertama kali dikirim ke Buenos Aires,Argentina pada Mei 1940, awalnya dengan perintah untuk melakukan sabotase, bersama dengan rekannya, Heinz Lange (Jansen), yang tiba di negara tak lama kemudian.Namun, setelah protes dari kedutaan Jerman di Argentina pada bulan Agustus 1940, tujuan operasi itu direvisi menjadi satu spionase saja. Becker dan Lange segera ditemukan oleh pihak berwenang Argentina, sehingga mereka memindahkan operasi mereka ke Brasil, di mana mereka bertemu dengan Gustav Albrecht Engels (Alfredo), yang merupakan mata-mata Jerman lainnya, dan pemilik General Electric Company di Krefeld.

Referensi

  1. 1 2 3 "Cryptologic Aspects of German Intelligence Activities in South America during World War II" (PDF). David P. Mowry. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2013-09-18. Diakses tanggal April 26, 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "German Espionage and Sabotage Against the United States in World War II". Diarsipkan dari asli tanggal 2001-12-05. Diakses tanggal Mei 4, 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lanjutan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan