Selasa, 22 September 2026
06:57 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

OpenGeofiction

kartografi fantasi

Opengeofiction
120px-OGFlogo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tersedia dalamBahasa Inggris
URLhttps://opengeofiction.net/
PendaftaranDapat dilihat bebas, tetapi diperlukan mendaftar jika ingin berpartisipasi.
Diluncurkan1 September 2013
Lisensi konten
Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike

OpenGeofiction (disingkat OGF) adalah sebuah platform pemetaan kolaboratif daring yang berfokus pada penciptaan peta dunia fiktif, dengan pendekatan yang menyerupai kondisi geografis dan sosial di Bumi nyata. Proyek ini dirancang sebagai ruang bagi para pengguna untuk mengekspresikan kreativitas mereka dalam membangun dunia imajinatif—lengkap dengan kota, jalan, negara, dan sistem geografis lainnya—dalam format peta digital.

OGF menggunakan perangkat lunak OpenStreetMap sebagai basis teknologinya, namun seluruh data dan aktivitas dilakukan dalam lingkungan yang terpisah dari peta dunia nyata. Hal ini bertujuan untuk menjaga integritas proyek OpenStreetMap asli, mencegah potensi vandalisme, dan memungkinkan pengguna untuk bereksperimen secara bebas tanpa mengganggu informasi geografis aktual. Dengan pendekatan ini, OpenGeofiction tidak hanya menjadi sarana eksplorasi dalam bidang kartografi fantasi, tetapi juga menjadi wadah komunitas yang aktif dalam membangun narasi dan struktur dunia buatan secara mendetail dan kolaboratif.[1][2]

Sejarah

OpenGeofiction pertama kali dikembangkan pada tahun 2013 oleh Thilo Stapff (dikenal dengan nama pengguna thilo) dan Johannes Bouchain (joschi81), sebagai sebuah eksperimen kreatif yang didasarkan pada perangkat lunak dari proyek OpenStreetMap®. Gagasan awal mereka adalah menciptakan sebuah lingkungan pemetaan daring yang memungkinkan para pengguna untuk membangun dunia fiksi secara kolaboratif, tetapi tetap menggunakan sistem dan antarmuka yang familiar seperti yang digunakan dalam pemetaan dunia nyata.

Dengan memanfaatkan kekuatan dan fleksibilitas teknologi OpenStreetMap, mereka menciptakan platform alternatif yang mana kartografer amatir, penggemar worldbuilding, serta pecinta geografi dapat berkreasi tanpa batas dalam merancang negara, kota, wilayah, hingga infrastruktur imajiner. Seiring waktu, eksperimen ini berkembang menjadi komunitas aktif dan terus tumbuh, menarik minat pengguna dari berbagai latar belakang yang tertarik pada perpaduan antara seni, geografi, dan narasi dunia buatan.[3]

Isi

OpenGeofiction menggambarkan dunia fiktif yang dibuat agar menyerupai kenyataan, dengan menggunakan teknologi modern namun menghadirkan geografi dan budaya yang sepenuhnya imajinatif. Lingkungan alami seperti pegunungan, sungai, dan hutan, serta lingkungan buatan seperti kota, jalan, dan berbagai jenis infrastruktur, semuanya ditampilkan secara menyeluruh dalam peta.

Peta yang dihasilkan oleh proyek ini menggunakan proyeksi Web Mercator, yaitu jenis proyeksi yang umum digunakan dalam layanan pemetaan digital. Penggunaan proyeksi ini memberikan pengalaman visual yang akrab bagi pengguna, sekaligus mendukung kebebasan dalam menciptakan dunia rekaan yang konsisten dan realistis.[4]

Karena situs ini dibangun menggunakan platform perangkat lunak OpenStreetMap, semua editor peta dan alat bantu lainnya yang kompatibel dengan OpenStreetMap dapat digunakan untuk membangun dunia fiksi ini. Hal ini memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan berbagai perangkat yang sudah tersedia, seperti JOSM, iD editor, dan alat pihak ketiga lainnya, dalam proses pemetaan dan pengembangan dunia imajinatif secara efisien dan fleksibel.

Cara Partisipasi

OpenGeofiction memungkinkan siapa saja yang memiliki akun gratis untuk terlibat langsung dalam pembangunan dunia fiksi melalui editor peta seperti iD (versi web) atau JOSM (aplikasi desktop). Pengguna dapat berkarya dalam berbagai aspek worldbuilding, mulai dari desain kota hingga pengembangan sistem transportasi dan infrastruktur lainnya.

Sebagai proyek yang mengusung satu dunia fiktif yang terintegrasi, setiap kontributor diharapkan menjaga keselarasan antara wilayah yang mereka bangun dengan wilayah tetangga. Hal ini bertujuan untuk menciptakan peta yang konsisten, realistis, dan menyatu secara naratif. Hingga kini, ribuan pengguna telah ikut ambil bagian dalam proyek ini dan turut membentuk dunia imajinatif yang terus berkembang.

Referensi

  1. Bittner, Christian; Glasze, Georg (2018). "Excluding Effects of Cartographic Epistemologies — Thinking About Mapping Paradigms in OpenStreetMap and Wikimapia". 68: 121. doi:10.1007/BF03544554.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  2. Quinn, Sterling; Bull, Floyd (2019). "Understanding Threats to Crowdsourced Geographic Data Quality Through a Study of OpenStreetMap Contributor Bans". Dalam Valcik, Nicolas A. (ed.). Geospatial Information System Use in Public Organizations: How and Why GIS Should be Used in the Public Sector. New York City: Routledge. hlm. 84–85. ISBN 978-1-4987-6764-4 via Google Books.
  3. Bouchain, Johannes (21 Oktober 2022). "Opengeofiction – Die exakten Koordinaten des Imaginären". Stadtkreation-Blog (dalam bahasa Jerman). Hamburg.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Carrera, Mario (4 April 2018). "OpenGeoFiction: fictitious maps in gvSIG Desktop". gvSIG blog. Valencia: gvSIG Association. Diakses tanggal 10 September 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Lihat Pula

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan