Minggu, 11 Oktober 2026
21:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
One Laptop Per Child

One Laptop Per Child

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "One Laptop Per Child" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
One Laptop Per Child
250px-XO-Beta1-mikemcgregor-2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Media1 GB flash memory
TenagaNiMH battery pack
MasukanKeyboard
Touchpad
Microphone

One Laptop Per Child (satu laptop untuk setiap anak) (disingkat OLPC) atau The Children's Machine atau XO-1 atau Laptop $100 adalah sebuah program penyediaan laptop dengan harga terjangkau untuk anak-anak di seluruh dunia, khususnya anak-anak di negara berkembang, dengan harapan bahwa mereka dapat mengakses pengetahuan dan pendidikan modern.

Di kemudian hari OLPC menjadi nama dari sebuah organisasi nirlaba yang dibentuk oleh anggota MIT Media Lab. Organisasi ini bertugas mendesain, membuat dan mendistribusikan laptop yang dimaksud. Program ini diprakarsai oleh Nicholas Negroponte.

Laptopnya sendiri akan berupa komputer mini yang membutuhkan tenaga sangat minim, menggunakan flash memory menggantikan hardisk, serta menggunakan linux sebagai sistem operasinya.[1]

Mobile ad-hoc networking akan digunakan untuk memungkinkan beberapa laptop dapat mengakses internet secara bersama-sama dari satu akses internet.

Harga

Laptop ini akan dijual kepada pemerintah-pemerintah yang berminat dan akan dibagikan kepada setiap anak-anak sekolah.

Harga awal diharapkan sekitar US$135–140 (sekitar Rp 1.200.000,- dengan kurs Rp 9000/US$ 1) dan ditargetkan bisa mencapai US$100 (sekitar Rp 900.000,- dengan kurs Rp 9000/US$ 1) pada tahun 2008.

  • Sekitar 500 buah contoh laptop (Alpha-1) dibagikan pada musim panas 2006
  • Kemudian 875 purwarupa yang bisa digunakan (Beta 1) dikirimkan pada akhir 2006
  • Sejumlah 2400 laptop Beta-2 didistribusikan pada Februari 2007

Produksi massal diharapkan dapat dimulai pada pertengahan 2007.

Kontraktor dan negara pemesan

Pada Februari 2007, Quanta Computer, sebagai kontraktor pembuat proyek mengatakan bahwa mereka sudah mengkonfirmasi pesanan untuk satu juta unit.

Mereka mengindikasikan bahwa mereka bisa mengirim lima juta hingga 10 juta unit pada 2007 karena tujuh negara sudah berkomitmen untuk membeli XO-1 untuk anak-anak sekolah.

Negara-negara itu adalah Argentina, Brasil, Libya, Nigeria, Rwanda, Thailand dan Uruguay.[2] Namun pemerintahan junta militer Thailand membatalkan partisipasi negaranya [3] setelah mereka mengambil alih kekuasaan melalui kudeta militer pada tahun 2006.

Di kemudian hari pesanan berkembang menjadi lebih luas, mencakup negara-negara:

  1. Argentina
  2. Brasil
  3. Kamboja
  4. Costa Rica
  5. Republik Dominika
  6. Mesir
  7. Libya
  8. Nigeria
  9. Pakistan
  10. Rwanda
  11. Tunisia
  12. Amerika Serikat (terutama negara bagian Massachusetts dan Maine)
  13. Uruguay

Lihat pula

Referensi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai One Laptop per Child.
Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: One Laptop per Child.


Komputer pedesaan

Inisiatif: One Laptop Per Child | Classmate PC | Digital Textbook | Longmeng | OpenBook | PIC | Simputer | Tianhua GX-1C | VIA PC-1

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan