Rabu, 23 September 2026
17:09 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Ondol

Ondol

Ondol
250px-Korea-Seoul-Namsangol-03.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama Korea
Hangul
온돌 / 구들
Hanja
Alih AksaraOndol / Gudeul
McCune–ReischauerOndol / Kudŭl

Ondol atau gudeul, adalah sistem pemanas ruangan tradisional Korea. Ondol bermanfaat mentransfer panas yang dihasilkan pembakaran kayu dari tungku pembakaran yang dialirkan dari sekat-sekat yang dibuat di bawah lantai. Pada penggunaan pada zaman modern, ondol mengacu pada segala macam pemanas bawah tanah, baik di hotel maupun di rumah gaya Barat di Korea.

Komponen-komponen penting dari ondol tradisional adalah perapian (agungi; 아궁이) yang digabungkan dengan ruangan (umumnya kamar tidur dan dapur) yang dilengkapi dengan saluran horizontal di bawah lantai guna mengalirkan udara hangat dan cerobong asap vertikal.

Sejarah

Penggunaan awal

Situs ondol tertua ditemukan di sebuah situs arkeologis zaman perunggu yang bertarikh sekitar 1000 SM di Unggi, provinsi Hamgyeong Utara, Korea Utara. Dari situs itu deitemukan sisa gudeul di situs permukiman purba.[1]

Istilah "gudeul" sebenarnya lebih digunakan semenjak 2000 tahun lalu di Korea, sementara istilah "ondol" baru muncul sekitar abad ke-19.[2] Berdasarkan penelitian sejarawan Son Jintae (1900 - hilang semasa Perang Korea 1950-1953), Gudeul berasal dari kata guun-dol, yang artinya batu yang dipanaskan, dan pengucapannya berubah dari gudol atau gudul ke bentuk gudeul. Istilah ondol didapatkan dari karakter hanja dari bahasa Tionghoa.

Ondol modern

250px-Ondol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar dari sistem ondol di rumah Korea

Ondol sudah digunakan sejak lama oleh orang Korea untuk menghangatkan rumah bagi kegiatan sehari-hari seperti makan, duduk, dan tidur pada zaman dahulu, kemudian sampai gaya rumah yang bergaya barat pada zaman sekarang. Ondol tradisional menggunakan bahan bakar kayu api kering, batu bara, jerami, ataupun sampah pertanian. Untuk memasak dalam jangka waktu sebentar jerami padi dan sampah pertanian umumnya digunakan, sementara untuk memasak dalam waktu lama dan juga menghangatkan rumah digunakan kayu api. Bahan bakar diisi jarang-jarang atau sering (2-5 kali sehari), tergantung kondisi musim dan frekuensi waktu memasak.

Ondol tradisional dekat dengan tungku pembakaran dan lebih dikhususkan buat menghangatkan orang tua dan tamu yang dihormati. Kekurangan ondol konvensional adalah terbatasnya ruangan yang bisa dihangatkan serta dapat terjadinya penghangatan berlebih, asap pembakaran yang mengandung karbon monoksida yang menyebabkan polusi. Karena alasan inilah kini rumah modern di Korea mulai menggunakan ondol yang ramah lingkungan semenjak tahun 1960-an dengan menghubungkan lantai dengan sistem pemanas air atau pemanas elektrik. Saat ini ondol telah digunakan di kota-kota besar, sementara di daerah masih ada yang memakai ondol konvensional.

Galeri

  • Situs ondol Baekje.
    Situs ondol Baekje.
  • 120px-Korea-Gangneung-Seongyojang-02.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • Cerobong asap
    Cerobong asap
  • Cerobong asap
    Cerobong asap
  • 120px-Korea-Seoul-Namsangol-03.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Referensi

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Ondol.
  1. "History of Ondol". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-22. Diakses tanggal 2008-12-20.
  2. "Etymology of Ondol". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-03-07. Diakses tanggal 2008-12-20.
Ikon rintisan

Artikel bertopik Korea ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan