Senin, 02 November 2026
00:49 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Onderafdeling Majene

Bagikan:

Onderafdeling Majene adalah salah satu onderafdeling yang dibentuk dalam Afdeling Mandar pada tahun 1912 selama masa pemerintahan Hindia Belanda.[1][2] Pemerintahan di Onderafdeling Majene dipimpin oleh seorang kontrolir dengan ibu kota di Majene.[3][4] Wilayah Onderafdeling Majene terletak di garis pantai bagian barat Pulau Sulawesi yang merupakan wilayah beberapa kerajaan dalam Persekutuan Pitu Baqbana Binanga.[5]

Selama masa Hindia Belanda, wilayah pesisir Onderafdeling Majene menjadi lokasi pemungutan pajak dan kerja paksa yang mengakibatkan kemiskinan terutama di Distrik Ulu Mandak.[6] Pada masa kemerdekaan Indonesia, Onderafdeling Majene diubah statusnya menjadi kabupaten dengan nama Kabupaten Majene.[7]

Pembentukan pemerintahan

Onderafdeling Majene merupakan bagian dari pemerintahan Afdeling Mandar yang dipimpin oleh seorang asisten residen sebagai kepala pemerintahannya. Asisten residen mulai memerintah di Afdeling Mandar dan cabang pemerintahannya termasuk Onderafdeling Majene sejak diterbitkannya Surat Keputusan Nomor 52 Tahun 1912. Surat keputusan ini menyatakan bahwa asisten residen di Afdeling Mandar mulai memerintah sejak tanggal 1 Januari 1912.[2] Ibu kota pemerintahan Onderafdeling Majene di Majene.[4] Jabatan dalam pemerintahan di Onderafdeling Majene diberikan kepada kontrolir.[3]

Wilayah

Wilayah Onderafdeling Majene terletak di garis pantai bagian barat Pulau Sulawesi yang merupakan bagian dari Kabupaten Polewali Mandar. Onderafdeling Majene dibentuk dari beberapa wilayah kerajaan yang tergabung dalam Persekutuan Pitu Baqbana Binanga yaitu Kerajaan Sendana, Kerajaan Banggae dan Kerajaan Pamboang.[5] Pada pemisahan pemerintahan yang dilakukan oleh Pemerintah Afdeling Mandar, wilayah Onderafdeling Majene tetap dipertahankan seperti pada awal pembentukannya.[8]

Perkembangan

Masa Hindia Belanda

Dalam wilayah Onderafdeling Majene, penduduk diberi penyuluhan pertanian dan dibolehkan untuk belajar di sekolah. Namun penduduk juga diwabijkan untuk membayar pajak dan melakukan kerja paksa kepada pemerintah. Salah satu distrik di Onderafdeling Majene yang mengalami pengecualian atas kebijakan tersebut ialah Distrik Ulu Mandak. Penyebabnya ialah wilayahnya yang jauh dari pantai dan penduduknya beragama Islam.[9] Di sisi lain, kontrolir selaku pejabat dalam pemerintahan Onderafdeling Majene lebih memperhatikan urusan pemerintahan di sepanjang jalan raya yang terletak di kawasan pesisir Onderafdeling Majene.[3] Karena itu, kondisi kemiskinan dialami oleh penduduk Distrik Ulu Mandak selama menjadi bagian dari Onderafdeling Majene.[6]

Masa kemerdekaan Indonesia

Pada masa kemerdekaan Indonesia, Onderafdeling Majene diubah statusnya menjadi kabupaten dengan nama Kabupaten Majene. Pengubahan ini merupakan bagian dari penghapusan penggunaan onderafdeling dalam istilah pemerintahan Indonesia. Pada awal pembentukannya, Kabupaten Majene masuk dalam wilayah Provinsi Sulawesi Selatan sebelum terbentuknya Provinsi Sulawesi Barat sebagai pemekaran dari Provinsi Sulawesi Selatan.[7]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Amir 2016, hlm. 5.
  2. 1 2 Amir 2016, hlm. 67.
  3. 1 2 3 Amir 2016, hlm. 105.
  4. 1 2 Rijal, dkk. 2019, hlm. 39.
  5. 1 2 Rijal, dkk. 2019, hlm. 56.
  6. 1 2 Amir 2016, hlm. 104.
  7. 1 2 Kaunang, I. R. B., Haliadi, dan Rabani, L. O. (2016). Bangun, Jabatin (ed.). Jaringan Maritim Indonesia: Sejarah Toponim Kota Pantai di Sulawesi (PDF). Jakarta: Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 380. ISBN 976-602-1289-43-3.{{cite book}}: Periksa nilai |isbn=: awalan tidak validPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Amir 2016, hlm. 69.
  9. ↑ Amir 2016, hlm. 103-104.

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan