Selasa, 03 November 2026
11:05 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Omar Mehishi

Bagikan:

Omar Mehishi (juga disebut Omar Abdullah Meheishy atau Omar Abdullah Muahishi, kelahiran 1941 - kemungkinan meninggal tahun 1983) adalah tokoh Libya yang pernah menjadi salah satu anggota pertama Dewan Komando Revolusioner di bawah kepemimpinan Muammar Gaddafi.[1]

Ia awalnya merupakan anggota kelompok studi politik di Misratah, dan kemudian Gaddafi mengajaknya untuk masuk sekolah militer. Ia merupakan orang kepercayaan Gaddafi, dan setelah Gaddafi berkuasa, ia pernah menjadi Menteri Perencanaan. Ia masih berumur 20-an saat itu, sehingga ia merupakan menteri termuda di Dunia Arab pada masanya. Namun, Mehishi belakangan bercekcok dengan Gaddafi, hingga akhirnya ia mencoba menumbangkannya pada Agustus 1975, tetapi gagal. Ia lalu lari ke Tunisia. Mehishi mengaku bahwa ia beralih menentang Gaddafi karena menurutnya Gaddafi telah menyalahgunakan dana negara, dan ia menolak upaya Gaddafi untuk merealokasikan dana pembangunan daerah untuk kepentingan di luar negeri. Mehishi pada akhirnya mendapatkan suaka di Mesir dan ia mendirikan kelompok perlawanan di situ. Ia mengalami gangguan kejiwaan pada tahun 1981, dan setelah dirawat di Kuwait, ia pindah ke Maroko. Namun, Libya dan Maroko kemudian menandatangani Perjanjian Oujda dengan maksud untuk merukunkan kembali hubungan kedua negara tersebut. Gaddafi meminta Mehishi untuk dikembalikan ke Libya sebagai bagian dari perjanjian tersebut, sehingga pada November 1983, Mehishi dipulangkan ke Libya, dan di situ kemungkinan ia dihukum mati.[1]

Catatan kaki

  1. 1 2 St. John, Ronald Bruce. Historical Dictionary of Libya (Edisi 5). Lanham, Maryland. hlm. 220. ISBN 9780810878761. OCLC 881468648.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan