Minggu, 01 November 2026
19:43 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Omar Mukhtar

Omar Mukhtar

Bagikan:
Artikel ini sudah memiliki referensi, tetapi tidak disertai kutipan yang cukup. Anda dapat membantu mengembangkan artikel ini dengan menambahkan lebih banyak kutipan pada teks artikel. (December 2012) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Omar al-Mukhtar
عُمَر الْمُخْتَار
250px-Omar_Mukhtar_13.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Asad Al-Sahra (أسد الصحراء) atau "Singa Gurun"
Penguasa Zawiyat Ayn Kalk
Masa jabatan
1896–1902
PenggantiPos dihapuskan
Penguasa Zawiyat Luqsur
Masa jabatan
1902–1911[1]
PenggantiPos dihapuskan
Pemimpin Militer Suku Senussi
Masa jabatan
24 April 1923 – 16 September 1931[2]
PendahuluIdris Al-Senussi
PenggantiYusuf Borahil
Informasi pribadi
Lahir(1858-08-20)20 Agustus 1858
Meninggal16 September 1931(1931-09-16) (umur 73)
MakamSuluq
AnakMuhammad
Orang tua
Al-Mukhtar ibn Muhammad (ayah)
Aisha bint Muharib (ibu)
PekerjaanPenguasa Senussi Zawiya
Dikenal karena
Memimpin perlawanan penduduk asli Arab terhadap penjajahan Italia di Tripolitania Ottoman
Agama
Sunni[3]
Tanda tangan
JulukanShaykh ash-Shuhadā'
شَيخ الشُّهَدَاء, Syekh Syahid
Karier militer
Pihak Orde Senussi
Dinas/cabang Senussid Adwar
Pertempuran/perang

ʿUmar al-Mukhtār Muḥammad bin Farḥāt al-Manifī (Arab: عُمَر الْمُخْتَار مُحَمَّد بِن فَرْحَات الْمَنِفِي; 20 Agustus 1858 – 16 September 1931), dikenal sebagai Singa Gurun, dikenal Penjajah Italia sebagai Matari Mnifa adalah pemimpin perjuangan rakyat di Libya Timur di bawah Senussi yang melawan Penjajahan Italia atas Libya.[4] Omar juga menjadi figur terkemuka Gerakan Senussi dan ia dianggap Pahlawan Nasional Libya dan simbol perjuangan di Arab dan Dunia Islam. Dia mulai mengatur penduduk untuk melakukan perlawanan terhadap Penjajahan Itali di awal tahun 1911, sampai hampir 20 tahun. Setelah banyak usaha yang dilakukan, pasukan tentara Itali berhasil menangkapnya di dekat Solonta dan menggantungnya pada tahun 1931.

Omar Mukhtar juga berjuang melawan Kolonisasi Prancis atas Chad dan Penjajahan Inggris atas Mesir.

Kehidupan Awal

Omar Mukhtar lahir di timur Cyrenaica, Al Butnan sebuah kecamatan di Desa Timur Janzur timur Tobruk.[4] Dia adalah seorang yatim piatu dan diadopsi oleh Sharif El Gariani, keponakan dari Hussein Ghariani, seorang pemimpin politik-agama di Cyrenaica.[4] Omar menerima pendidikan pertamanya di masjid lokal dan kemudian belajar selama delapan tahun di universitas Senussi di Al-Jaghbub, yang juga merupakan markas dari Gerakan Senussi.[4] Dia menjadi seorang Imam Al-Qur'an yang ternama. Pada tahun 1899 ia dikirim dengan Senussi lainnya untuk membantu Rabih az-Zubayr dalam menaklukan Prancis.[4]

Pada 1895, Omar pergi ke Sudan dan ikut serta dalam kebangkitan Mahdi Sunadi melawan penjajahan Inggris.[4] Setelah kekalahan perjuangan Sudani, ia kembali ke Libya.[4] Pada 1911, Italia dengan tujuan untuk menguasai Libya berperang dengan Turki Ottoman dan meraih kemenangan.[4] Mukhtar dengan dukungan kabilah-kabilah Libya melakukan perlawanan terhadap Italia dan menjatuhkan banyak korban di pihak lawan.[4] Pada tahun 1931 Italia menangkap Omar dan menggantungnya.[4]

Referensi

  1. ↑ Al-Sanusiyya: A Faith & A State. Muhammad Fuad Shukri (author), Youssef El-Megreisi (editor) pg.271
  2. ↑ Federica Saini Fasanotti, "Counterinsurgency through the Sources of the Italian Army Libya 1922-1931" (Historical Office of the Italian Army, 2010) p. 296
  3. ↑ as Salab, Ali Muhammad (2011). Omar Al Mokhtar Lion of the Desert (The Biography of Shaikh Omar Al Mukhtar). London: Al-Firdous. hlm. 1. ISBN 978-1874263647.
  4. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Susilo, Taufik Adi. Ensiklopedi Pengetahuan Dunia Abad 20. Javalitera. Yogyakarta 2010. Halaman 111
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan