Kamis, 22 Oktober 2026
11:14 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal
Ol Doinyo Lengai

Ol Doinyo Lengai

Gunung berapi aktif di Tanzania, Afrika Timur

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Ol Doinyo Lengai" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Oktober 2021)
Ol Doinyo Lengai (Oldoinyo Lengai)
330px-Oldoinyolengai.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Titik tertinggi
Ketinggian3.188 m (10.459 ft)[1]
Puncak1.360 m (4.460 ft)
Isolasi1.668 km (1.036 mi)
Koordinat02°45′52″S 35°54′58″E / 2.76444°S 35.91611°E / -2.76444; 35.91611
Geografi
Ol Doinyo Lengai (Oldoinyo Lengai) di Tanzania
Ol Doinyo Lengai (Oldoinyo Lengai)
Ol Doinyo Lengai (Oldoinyo Lengai)
PegununganRetakan Afrika timur
Geologi
Jenis gunungGunung berapi kerucut
Letusan terakhir2019[2]
Pendakian
Rute termudahPendakian

Ol Doinyo Lengai (Oldoinyo Lengai), "Gunung Tuhan" dalam bahasa Maasai,[3] adalah gunung berapi aktif yang terletak di Gregory Rift, sebelah selatan Danau Natron, di Region Arusha, Tanzania, Afrika. Gunung ini merupakan bagian dari sistem vulkanik Retakan Afrika Timur. Gunung ini kemungkinan adalah satu-satunya gunung berapi di Bumi dengan lava karbonat berjenis natrokarbonat yang diketahui sejauh ini. Letusan gunung ini pada tahun 1960 memicu diadakannya penyelidikan geologi intensif yang akhirnya mengkonfirmasi bahwa batuan karbonatit yang dihasilkan berasal dari magma gunung ini.[4][note 1]

Geologi

Ol Doinyo Lengai adalah salah satu gunung berapi aktif yang unik, karena menghasilkan lava natrokarbonat, yang membentuk material karbonat vulkanik unik. Beberapa gunung berapi karbonat purba yang sudah punah juga terletak di dekat gunung ini, termasuk Gunung Homa.

Magma

Sebagian besar lava gunung berapi kaya akan mineral silikat, tetapi lava gunung Ol Doinyo Lengai justru memiliki sebjumlah besar karbonat. Material ini kaya akan natrium dan kalium karbonat yang langka, nyerereite dan gregoryite. Karena komposisi yang tidak biasa ini, lava mengalami erupsi pada suhu yang relatif rendah, sekitar 510 °C (950 °F). Suhu ini sangat rendah sehingga lava cair gunung ini hanya tampak kehitaman di bawah sinar matahari, tidak bercahaya merah seperti umumnya lava cair. Lava gunung ini juga jauh lebih cair daripada lava silikat, sering kali tampak encer dan kurang kental dibandingkan air. Mineral natrium dan kalium karbonat dari lava yang meletus di Ol Doinyo Lengai tidak stabil di permukaan bumi dan rentan terhadap pelapukan yang cepat, dengan cepat berubah dari warna hitam menjadi abu-abu. Lanskap vulkanik yang dihasilkan berbeda dari gunung berapi manapun di dunia.

Ekologi

Abu karbonatit yang tersebar di padang rumput di sekitarnya menyuburkan padang rumput dengan rerumputan yang berbeda dari biasanya. Hal ini membuat daerah tersebut menjadi lokasi penting migrasi rusa kutub tahunan, padang rumput di daerah ini sering menjadi tempat kelahiran anak-anak rusa kutub.

Galeri

  • Lava yang memadat di kawah Ol Doinyo Lengai.
    Lava yang memadat di kawah Ol Doinyo Lengai.
  • Dilihat dari Danau Natron
    Dilihat dari Danau Natron
  • 330px-Hornito_lengai.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-Massai_at_Ol_Doinyo_Lengai.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-NgareSero.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-Ol_Doinyo_Lengai_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-Ol_Doinyo_Lengai_and_Lake_Empakaai.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Catatan

  1. ↑ Asal magmatik karbonatit sebelumnya telah dinyatakan pada tahun 1948 oleh ahli geologi Swedia Harry von Eckermann berdasarkan studinya tentang Alnö Complex.[4]

Referensi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Ol Doinyo Lengai.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan