Rabu, 23 September 2026
02:49 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Suku Ogoni

Suku Ogoni

Ogoni
250px-Flag_of_the_Ogoni_people.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Bendera Ogoni yang dirancang oleh Tombari Kobani
Daerah dengan populasi signifikan
Nigeria
Bahasa
Khana, Gokhana, Eleme, Tae
Agama
Kepercayaan tradisional, Kekristenan
Kelompok etnik terkait
Ibibio, Urhobo, Ijaw, Efik, Ejagham, Annang

Ogoni adalah salah satu penduduk asli di Nigeria tenggara. Jumlah mereka tercatat sebesar 1,5 juta jiwa dan mereka tinggal di wilayah seluas 1,050 km yang mereka sebut Ogoni atau Ogoniland. Ogoni menjadi terkenal setelah dilancarkannya demonstrasi besar-besaran melawan Shell Oil yang dipimpin oleh Pergerakan untuk Keberlangsungan Suku Ogoni. Hal ini disebabkan oleh pelanggaran hak asasi manusia yang mereka hadapi selama bertahun-tahun. Pada tahun 1956, empat tahun sebelum kemerdekaan Nigeria, Royal Dutch/Shell yang bekerja sama dengan pemerintah Britania menemukan ladang minyak di delta sungai Niger dan memulai produksi minyak pada tahun 1958. Dalam waktu lima belas tahun dari tahun 1976 hingga 1991, dilaporkan terjadi 2.976 kebocoran minyak di Ogoniland yang bila diakumulasikan berjumlah 2,1 juta barrel; kebocoran ini merupakan 40% kebocoran Royal Dutch/Shell di seluruh dunia.[1] Akibatnya, tanah alluvial di delta sungai Niger tidak lagi dapat digunakan untuk agrikultur. Selain itu, di wilayah yang seolah tak terpengaruh, air tanah mengandung kadar hidrokarbon yang tinggi atau terkontaminasi oleh benzen.[2] Diperkirakan perlu waktu sebanyak 30 tahun untuk merehabilitasi Ogoniland seperti semula.

Suku Ogoni menuturkan bahasa-bahasa Khana, Gokana, Tae (Tẹẹ), Eleme, dan Ban Ogoi,[3] part yang merupakan bagian dari keanekaragaman bahasa di delta sungai Niger. Menurut tradisi lisan mereka, suku Ogoni bermigrasi dari Ghana ke pesisir Samudra Atlantik sebelum akhirnya mencapai delta timur sungai Niger. Perhitungan linguistik memperkirakan bahwa suku Ogoni sudah ada di delta sungai Niger sebelum tahun 15 SM, menjadikan mereka salah satu pemukim tertua di wilayah delta Niger timur. Perhitungan radiokarbon yang diambil di sekitar Ogoniland dan tradisi lisan komunitas lain mendukung klaim ini.[4] Suku Ogonoi pada umumnya bekerja dalam bidang agrikultur, penggembalaan, dan perikanan.

Catatan kaki

  1. Crayford, Steven (1 April 1996). Africa Today. 2. 42 (Conflict and Conflict Resolution in Africa): 183–197 http://www.accessmylibrary.com/article-1G1-18570082/ogoni-uprising-oil-human.html.{{cite journal}}: |title= tidak ada atau kosongPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "UNEP Ogoniland Oil Assessment Reveals Extent of Environmental Contamination and Threats to Human Health". UNEP News Center. Agustus 4, 2011. Diakses tanggal 2016-02-29.{{cite news}}: |first= tidak memiliki |last=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  3. "Browse by Language Family". Ethnologue. Diakses tanggal 8 November 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Kpone-Tonwe, Sonpie (1997). "Property Reckoning and Methods of Accumulating Wealth among the Ogoni of the Eastern Niger Delta". Africa: Journal of the International African Institute. 1. 67: 130–158. doi:10.2307/1161273. JSTOR 1161273.


Ikon rintisan

Artikel bertopik kelompok etnik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan