Rabu, 04 November 2026
03:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Observatorium Maragheh

Observatorium Maragheh

observatorium

Bagikan:
250px-Maragheh_observatory1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
foto observatorium Maragheh dari luar

Observatorium Maragheh (bahasa Persia:رصدخانهٔ مراغه), adalah sebuah observatorium astronomi yang diinstitutionalisasikan yang didirikan pada 1259 Masehi dibawah perlindungan Ilkhanid Hulagu dan kedirekturan Nasir al-Din al-Tusi, seorang ilmuwan dan astronom Persia. Terletak di dataran tinggi di barat Maragheh, Provinsi Azerbaijan Timur, Iran, tempat tersebut sempat dianggap menjadi observatorium paling prestisius di dunia.

Observatorium tersebut dijadikan sebagai sebuah model untuk observatorium-observatorium berikutnya yang meliputi Observatorium Ulugh Beg abad ke-15 di Samarkand, Observatorium Taqi al-Din abad ke-16 di Istanbul, dan Observatorium Jai Singh abad ke-18 di Jaipur.[1]

Revolusi Maragha

"Revolusi Maragha" merujuk kepada revolusi aliran Maragheh melawan astronomi Ptolemaik. "Aliran Maragha" adalah sebuah tradisi astronomi yang bermula di observatorium Maragheh dan dilanjutkan dengan astronom-astronom daru masjid Damaskus dan Observatorium Samarkand.[2] Astronom-astronom Maragha paling berpengaruh meliputi Mo'ayyeduddin Urdi (m. 1266), Nasīr al-Dīn al-Tūsī (1201–1274), Najm al-Dīn al-Qazwīnī al-Kātibī (m. 1277), Qutb al-Din al-Shirazi (1236–1311), Sadr al-Sharia al-Bukhari (s. 1347), Ibn al-Shatir (1304–1375), Ali Qushji (s. 1474), al-Birjandi (m. 1525), dan Shams al-Din al-Khafri (m. 1550).[3] Dalam beberapa tahun terakhir, minat terhadap signifikansi sejarah situs ini meningkat. Penutup berbentuk kubah telah dibangun untuk melindungi sisa-sisa observatorium. Universitas Tabriz yang berada di dekatnya telah bertanggung jawab atas pengelolaan dan perlindungan situs Maragheh sejak akhir tahun 70an. Bekerja sama dengan pemerintah kota Maragheh, ada proyek renovasi baru yang sedang dilakukan untuk melestarikan situs [4][5]

Catatan

  1. ↑ Dallal, Ahmad (2010). Islam, science, and the challenge of history. Yale University Press. hlm. 24–25. ISBN 9780300159110.
  2. ↑ George Saliba (1994), A History of Arabic Astronomy: Planetary Theories During the Golden Age of Islam, p. 233-234, 240. New York University Press, ISBN 0-8147-8023-7.
  3. ↑ Dallal (1999), pg. 171
  4. ↑ "Restoration work begins on Maragheh observatory". Agustus 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Siapa yang membangun observatorium Maragheh". september 2023.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=

Referensi

Pranala luar

37°23′45.88″N 46°12′32.97″E / 37.3960778°N 46.2091583°E / 37.3960778; 46.2091583

Templat:Astronomi Islam Templat:Program Ruang Angkasa Iran Templat:Provinsi Azerbaijan Timur

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan