Kamis, 22 Oktober 2026
15:14 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal

Obot

Bagikan:

Obot (Ibrani: אֹבֹת atau Alkitab Yahudi Ortodoks: Ovot; bahasa Inggris:Oboth) adalah adalah salah satu tempat persinggahan orang-orang Israel dalam perjalanan keluar dari Mesir menuju ke tanah Kanaan di bawah pimpinan Musa, yang tercatat dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen.[1][2] Orang Israel berkemah di sana di antara Gunung Hor[3] dan "Reruntuhan di Abarim" (Ije Abarim; 'Iyei-Ha'avarim).[4] ketika mereka kembali melanjutkan perjalanan setelah kematian Harun.

Catatan Alkitab

Bilangan 21:4-9

Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, ... mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa...Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati...Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.[5]

Bilangan 21:10-11

Kemudian berangkatlah orang Israel, lalu berkemah di Obot.
Berangkatlah mereka dari Obot, lalu berkemah dekat reruntuhan di Abarim, di padang gurun yang di sebelah timur Moab.[6]

Bilangan 33:43-44

Mereka berangkat dari Funon, lalu berkemah di Obot.
Mereka berangkat dari Obot, lalu berkemah dekat reruntuhan di Abarim di daerah Moab.[1]

Identifikasi

Lokasi tepatnya tidak diketahui, tetapi beberapa sarjana telah menyimpulkan bahwa situs ini kini dikenal sebagai 'Ain el-Weibeh.[7]

Referensi

  1. 1 2 Bilangan 33:43–44
  2. ↑ Bilangan 21:10
  3. ↑ Bilangan 21:4
  4. ↑ Bilangan 21:11
  5. ↑ Bilangan 21:4–9
  6. ↑ Bilangan 21:10–11
  7. ↑ Timothy R. Ashley (22 Juli 1993). The Books of Numbers. Wm. B. Eerdmans Publishing. hlm. 409. ISBN 978-0-8028-2523-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Tempat sebelumnya:
Funon
Pengembaraan orang Israel
dari Mesir ke Kanaan
Tempat persinggahan
Tempat berikutnya:
Reruntuhan di Abarim
Artikel ini menggunakan sebagian teks dari Kamus Alkitab Easton, sebuah buku ranah publik, aslinya diterbitkan pada 1897.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan