Senin, 12 Oktober 2026
12:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Novel Alaydrus

ulama, da'i, serta pimpinan majelis ilmu dan dzikir Ar-Raudhoh, Surakarta, Jawa Tengah

Bagikan:

Novel bin Muhammad Alaydrus (lahir 24 Juli 1975) adalah seorang ulama, da'i, serta pimpinan majelis ilmu dan dzikir Ar-Raudhoh, Surakarta, Jawa Tengah.[1][2][3] Novel merupakan putra pertama dari pasangan Muhammad Alaydrus dengan Luluk Al-Habsyi.[1][4]

Novel Alaydrus
Lahir
Naufal

24 Juli 1975 (umur 51)
AlmamaterPesantren Darul Lughah wad Dakwah, Pasuruan
PekerjaanUlama, Da'i
OrganisasiMajelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhoh
Orang tuaMuhammad Alaydrus (ayah)
Situs webhttp://habibnovel.com/

-

Pendidikan

Habib Novel Alaydrus menempuh pendidikan SD-SMP di Yayasan Pendidikan Islam Diponegoro, Surakarta. Sekolah menengah atas di SMAN 2 Surakarta, dan Pesantren Darul Lughah wad Dakwah, Raci, Pasuruan.

Setelah lulus dari pendidikan menengah atas, kakek beliau memberikan nasihat. Jika Habib Novel menguasai bahasa Arab, maka akan mendapatkan ilmu laduni.

Awalnya ibunda Habib Novel melarang beliau melanjutkan pendidikan ke luar kota, akan tetapi akhirnya beliau berhasil membujuk ibunya dan meneruskan pendidikan di Darul Lughah wad Dakwah seperti pesan kakeknya.

Kurang dari 7 bulan, beliau berhenti dari pesantren atas permintaan ibundanya.

Ketika izin pulang, Habib Hasan Baharun yang biasanya tidak mudah memberi izin, mengatakan kepada Habib Novel untuk pulang karena yang dipelajari sudah cukup dan telah memperoleh keberkahan.

Setelah meninggalkan pesantren, Habib Novel belajar kepada Habib Anis bin Alwi Al-Habsyi di Solo sejak tahun 1995 hingga Habib Anis wafat.

Habib Novel mulai menerjemahkan dan menulis buku atas permintaan putra Habib Anis sejak tahun 1997 hingga kini.

Hingga saat ini, karya Habib Novel sudah mencapai puluhan judul. Habib Novel mulai aktif berdakwah keliling kota hingga ke luar negeri sepeninggal Habib Anis.

Pondok Pesantren

Habib Novel mendirikan Majelis Ar-Raudhah Solo, dan mendapat sambutan baik dari masyarakat.

Kajian yang diselenggarakan oleh beliau dihadiri oleh ribuan jamaah dari seluruh pelosok negeri.

Habib Novel berdakwah dengan gayanya sendiri, sehingga banyak dicintai oleh masyarakat. Beliau selalu mengemas majelisnya seindah mungkin.

Nasab

Nasab lengkapnya adalah Naufal bin Muhammad bin Ahmad bin Abdurrahman bin Husein bin Abu Bakar bin Abdurrahman bin Abdullah bin Alwi bin Abdullah bin Hasan Shohib Arridhoh bin Alwi Shohib Tsibbi bin Abdullah Maula Thooqqoh bin Ahmad bin Husein bin Abdullah Alaydrus bin Abu Bakar Assakran bin Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Maula Dawileh bin Ali bin Alwi Alghuyyur bin Muhammad Alfaqihil Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shohib Mirbath bin Ali Kholi’ Qosam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Almuhajir bin Isa Ar Rumi bin Muhammad An Naqib bin Ali Aluraidhi bin Jakfar Ash Shodiq bin Muhammad Albaqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein Putra Ali dan Fatimah Az Zahra binti Muhammad Rasulullah[1]

Pendidikan

  • SD - SMP Yayasan Pendidikan Islam Diponegoro, Surakarta
  • SMAN 2, Surakarta
  • Pesantren Darul Lughah wad Dakwah, Raci, Pasuruan
    belum ada fakta otentik

Referensi

  1. 1 2 3 "Profil". Habib Novel Alaydrus Website (dalam bahasa American English). 2015-09-23. Diakses tanggal 2019-05-23.
  2. ↑ Online, N. U. "Habib Novel Alaydrus: Habaib dan Ulama NU Tunggal Seperguruan". NU Online (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2019-05-23.
  3. ↑ Media, Solopos Digital. "Habib Novel Alaydrus Solo Komentari Rambut Nabi yang Disimpan Opick". Solopos.com. Diakses tanggal 2019-05-23.[pranala nonaktif permanen]
  4. ↑ Media, Solopos Digital. "Buya Yahya Kaget Lihat Habib dari Solo Ini Duduk di Antara Para Jemaah". Solopos.com. Diakses tanggal 2019-05-23.[pranala nonaktif permanen]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan