Sabtu, 24 Oktober 2026
05:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Awan nimbostratus

Awan nimbostratus

Bagikan:
Awan nimbostratus
Awan nimbostratus
Awan nimbostratus
SingkatanNs
SimbolCM_2.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Ketinggianantara 600 - 3.000 meter m
( ft)

Awan nimbostratus (Ns) adalah awan yang berada pada ketinggian rendah yang tidak menyebar (rapat) dan tanpa bentuk.[1] Awan nimbostratus menghasilkan hujan atau salju yang stabil dan lama.[2][3] Nimbostratus berasal dari bahasa Latin yaitu nimbus yang berarti awan hujan, dan stratus yang berarti merata atau menyebar.[4]

Keberadaan awan nimbostratus menyebabkan jarak pandang yang rendah dan menghalangi sinar matahari.[3] Awan ini biasanya diikuti cuaca yang buruk.[3] Beberapa jenis awan nimbostratus antara lain: Nimbostratus virga (Ns vir), memiliki ciri garis kebawah pada bagian bawah awan, Nimbostratus praecipitatio (Ns pra), awan Ns dengan presipitasi yang mencapai tanah atau permukaan bumi, Nimbostratus pannus (Ns pan), terbentuk dari evaporasi yang berasal air akibat perubahan bentuk awan (presipitasi) yang tumbuh menjadi lapisan tidak stabil, Ns pan memiliki bentuk seperti terkoyak.[5]

250px-Nimbostratus_praecipitatio.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nimbostratus Praecipitatio
250px-Rideau_River.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nimbostratus Pannus

Ada 2 jenis Awan Nimbostratus, yaitu Nimbostratus Pannus yang menyebabkan hujan ringan hingga sedang, dan Nimbostratus Pracepitatio yang menyebabkan hujan sangat deras. Awan Nimbostratus menghasilkan hujan tanpa disertai petir.

Wujud

Awan nimbostratus memiliki dasar awan yang membaur. Awan ini biasanya berada pada ketinggian dari 0,6 km sampai 3 km.[4] Nimbostratus memilik warna abu-abu berbentuk lapisan yang berwarna gelap di dasarnya, tetapi awan ini tampak bercahaya dari dalam bila dilihat dari permukaan bumi.[5] Meskipun awan ini dapat dijumpai di seluruh belahan bumi, awan nimbostratus paling sering muncul di wilayah berlintang menengah.[6]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Trewartha, Glenn T., dan Horn, Lyle H. (1995). Pengantar Iklim Edisi kelima. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. ISBN 979-420-375-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. ↑ (Inggris) "Cloud Classification and Characteristics". National Weather Service Weather Forecast Office. Diakses tanggal 27 Mei 2014.
  3. 1 2 3 "Mengenal jenis-jenis awan". Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-28. Diakses tanggal 27 Mei 2014.
  4. 1 2 "Mid-level clouds". Met Office. Diakses tanggal 1 Juni 2014.
  5. 1 2 "Nimbostratus (Ns)". Clouds-Online. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-03-02. Diakses tanggal 1 Juni 2014.
  6. ↑ Pretor-Pinney, Gavin (2007). The Cloudspotter's Guide: The Science, History, and Culture of Clouds. Perigee. ISBN 978-0-399-53345-7.
Ikon rintisan

Artikel bertopik meteorologi dan klimatologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan