Rabu, 28 Oktober 2026
00:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Nilai pajanan

Nilai pajanan

Bagikan:
250px-High_speed03.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Waktu pajanan/kecepatan rana cepat dalam pengambilan gambar ombak
250px-Slow_speed03.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Waktu pajanan/kecepatan rana lama dalam pengambilan gambar ombak

Dalam fotografi, nilai pajanan (bahasa Inggris:exposure value, EV) adalah angka yang mewakili kombinasi kecepatan rana kamera dan f-number, sehingga semua kombinasi yang menghasilkan pajanan yang sama memiliki EV yang sama (untuk pencahayaan pemandangan tetap).

Konsep nilai pajanan dikembangkan oleh produsen rana Jerman Friedrich Deckel [de] pada 1950-an.[1] Tujuannya adalah untuk menyederhanakan pemilihan di antara pengaturan pajanan kamera yang setara dengan mengganti kombinasi kecepatan rana dan bilangan f (misalnya, 1/125 s pada f /16) dengan satu nomor (misalnya, 15). Pada beberapa lensa dengan rana daun (leaf shutter), prosesnya disederhanakan lebih lanjut dengan memungkinkan pengendalian rana dan apertur dihubungkan sedemikian rupa sehingga, ketika salah satunya diubah, yang lain secara otomatis disesuaikan untuk mempertahankan nilai pajanan yang sama. konsep ini sangat membantu bagi pemula dengan pemahaman terbatas tentang efek kecepatan rana dan bukaan serta hubungan di antara keduanya. Namun, ini juga berguna bagi fotografer berpengalaman yang mungkin memilih kecepatan rana untuk menghentikan gerakan atau bilangan f untuk kedalaman pandangan (depth of field), karena memungkinkan penyesuaian lebih cepat—tanpa perlu perhitungan secara mental—dan mengurangi kemungkinan kesalahan saat melakukan pengaturan.

Catatan

  1. ↑ Gebele 1958; Ray 2000, 318

Referensi

  • Adams, Ansel. 1981. The Negative. Boston: New York Graphic Society. ISBN0-8212-1131-5
  • ANSI PH2.7-1973. American National Standard Photographic Exposure Guide. New York: American National Standards Institute. Superseded by ANSI PH2.7-1986
  • ANSI PH2.7-1986. American National Standard for Photography — Photographic Exposure Guide. New York: American National Standards Institute.
  • ASA PH2.5-1960. American Standard Method for Determining Speed of photographic Negative Materials (Monochrome, Continuous Tone). New York: United States of America Standards Institute.
  • ASA PH2.15-1964 (R1976). American Standard: Automatic Exposure Controls for Cameras. New York: United States of America Standards Institute.
  • "Camera and Imaging Products Association". 2016. Exchangeable image file format for digital still cameras: Exif Version 2.31 Diarsipkan 2019-07-12 di Wayback Machine (PDF).
  • Canon. n.d. "Camera settings: Shooting modes" Diarsipkan 2013-05-27 di Wayback Machine. Canon Professional Network. Retrieved 5 December 2016.
  • CIPA. See Camera and Imaging Products Association.
  • Davis, Phil. 1999. Beyond the Zone System Diarsipkan 2007-03-10 di Wayback Machine, 4th ed. Boston: Focal Press. ISBN0-240-80343-4ISBN 0-240-80343-4
  • Desfor, Irving. 1957. "F-Stops On Cameras Discarded; Pick Number From 4 To 18". Arizona Republic, September 1.
  • Gebele, Kurt. 1958. Photographic Shutter. US Patent 2,829,574, filed 2 November 1953, and issued 8 April 1958.
  • Jones, Loyd A., and H. R. Condit. 1941. "The Brightness Scale of Exterior Scenes and the Computation of Correct Photographic Exposure". Journal of the Optical Society of America 31:11, Nov. 1941, 651–678.
  • Jones, Loyd A., and H. R. Condit. 1948. "Sunlight and skylight as determinants of Photographic exposure. I. Luminous density as determined by solar altitude and atmospheric conditions". Journal of the Optical Society of America 38:2, Feb. 1948, 123–178.
  • Jones, Loyd A., and H. R. Condit. 1949. "Sunlight and skylight as determinants of Photographic exposure. II. Scene structure, directional index, photographic efficiency of daylight, safety factors, and evaluation of camera exposure". Journal of the Optical Society of America 39:2, Feb. 1949, 94–135.
  • Ray, Sidney F. 2000. "Camera Exposure Determination". In The Manual of Photography: Photographic and Digital Imaging, 9th ed. Ed. Ralph E. Jacobson, Sidney F. Ray, Geoffrey G. Atteridge, and Norman R. Axford. Oxford: Focal Press. ISBN0-240-51574-9ISBN 0-240-51574-9
  • Ray, Sidney F. 2002. Applied Photographic Optics. 3rd ed. Oxford: Focal Press. ISBN0-240-51540-4ISBN 0-240-51540-4
  • Ulffers, D. 1968. "Sensitivity Specifications of Exposure Meters". British Journal of Photography 115, 47.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan