Senin, 26 Oktober 2026
12:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung

Nikolaos van Dam

penulis Belanda

Bagikan:
Nikolaos van Dam
Lahir1 April 1945 (umur 81)
PendidikanMA, PhD
AlmamaterUniversitas Amsterdam
PekerjaanDiplomat dan penulis
Pasangan menikahMarinka van Dam-Bogaerts
Anak4
Karier kepenulisan
BahasaArab, Belanda, dan Inggris
Karya terkenalThe struggle for power in Syria: sectarianism, regionalism and tribalism in politics, 1961–1994
Penghargaan terkenalPerwira Agung Ordo Merit dari Keadipatian Agung Luxembourg; Salib Ksatria Komandan Ordo Merit dari Republik Federal Jerman
Situs webwww.nikolaosvandam.com

Nikolaos (Koos) van Dam (kelahiran 1 April 1945) adalah seorang pakar Belanda dan penulis tentang Timur Tengah.[1] Ia juga merupakan Duta Besar Belanda untuk Irak, Mesir, Jerman dan Indonesia.

Pendidikan dan karier

Van Dam mempelajari Bahasa Arab dan Islam, serta Ilmu Pengetahuan Politik dan Sosial, yang membuatnya mendapatkan gelar M.A. (doktorandes) cum laude dari Universitas Amsterdam pada 1973. Ia kemudian mendapatkan gelar Ph.D. dalam bidang Sastra di universitas yang sama 1977. Ia mempelajari Sejarah Timur Tengah Modern di Universitas Amsterdam (1970–75), menjadi Sekretaris Pertama di Kedutaan Besar di Beirut, mengurusi Lebanon, Jordan dan Siprus (1980–83), Chargé d'Affaires Belanda di Tripoli, Libya(1983–85), dan Deputi Direktur untuk Urusan Afrika dan Timur Tengah di Kementerian Urusan Luar Negeri Belanda (1985–88). Ia juga menjadi Duta Besar Belanda di Baghdad, Iraq (1988–91; terakreditasi sampai 2004), di Cairo, mengurusi Mesir dan teritorial yang diduduki Palestina (1991–96), di Ankara, mengurusi Turki dan Azerbaijan (1996–99), di Bonn & Berlin, Jerman (1999–2005), dan di Jakarta (2005-2010), mengurusi Indonesia dan Timor Leste.[2]

Penulis

Ia adalah penulis The struggle for power in Syria: sectarianism, regionalism, and tribalism in politics, 1961–1978, الصراع على السلطة فى سوريا: الطائفية واﻹقليمية والعشائرية فى السياسة – الطبعة الإلكترونية, Taylor & Francis, 1979, ISBN 0-85664-703-9,[3] dan kemudian The struggle for power in Syria: sectarianism, regionalism and tribalism in politics, 1961–1994, 1995.[4]

Penghargaan

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ Forest, James J. F. (7 Sep 2007). "Countering Terrorism and Insurgency in the 21st Century: Lessons from the fight against terrorism". Praeger Security International – via Google Books.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ ""Ambassade van het Koninkrijk der Nederlanden in Jakarta, Indonesië: Curriculum Vitae, Dr. Nikolaos van Dam, Ambassador Extraordinary and Plenipotentiary of Her Majesty the Queen of the Netherlands in Jakarta," website of the Embassy of the Kingdom of the Netherlands in Indonesia, accessed 19 December 2009". Mfa.nl. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-06-20. Diakses tanggal 18 Maret 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Dam, Nikolaos van (7 Sep 1979). "The Struggle for Power in Syria: Sectarianism, Regionalism, and Tribalism in Politics, 1961-1978". Croom Helm – via Google Books.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ ''The struggle for power in Syria: sectarianism, regionalism and tribalism in politics, 1961–1994'', 1995, accessed 19 December 2009. Books.google.com. Diakses tanggal 18 Maret 2010.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan