
Nigrodhārāma bermakna sebuah tempat yang berada di bawah naungan pohon beringin (the pleasaunce under the Banyan Grove).[1] Nigrodhārāma adalah sebuah hutan Banyan dekat Kapilavastu, di mana sebuah tempat Buddha untuk pertama kalinya bertemu kembali dengan orang tuanya setelah mencapai pencerahan.[2] Nigrodharama merupakan milik seorang Sākyan bernama Nigrodha, biksu yang menjadikan Ashoka, Kaisar Maurya seorang seorang Buddhis, yang memberikannya kepada Ordo Biara. Nigrodharama terletak di lokasi desa Kudan modern, sekitar enam kilometer selatan Tilarakot, benteng Kapilavastu.[3][4][5]
Distrik Kapilvastu kerap dipandang sebagai pusat berbagai situs sejarah, arkeologi, budaya, dan bentang alam. Di samping Tilaurakot (istana Raja Suddhodana sekaligus lokasi Pangeran Siddhartha menghabiskan 29 tahun masa mudanya), distrik ini juga meliputi Niglihawa, tempat Kaisar Ashoka melakukan ziarah dan mendokumentasikan lokasi kelahiran Buddha Kanakamuni; Gotihawa, yang berhubungan dengan tempat kelahiran Buddha Krakuchhanda; Sagarhawa, yang merupakan lokasi pembantaian kaum Shakya; serta Nigrodharama (Kudan), yaitu tempat Buddha untuk pertama kalinya bertemu kembali dengan orang tuanya setelah mencapai pencerahan.[6]
Referensi
- ↑ Davids, T. W. Rhys (1903). Buddhist India (PDF). London: T. Fisher Unwin.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ MA.i.289
- ↑ Coningham, R. a. E.; Acharya, K. P.; Kunwar, R. B.; Davis, C. E.; Manuel, M. J.; Simpson, I. A.; Strickland, K. M.; Hale, D.; Tremblay, J. (2018-05-30). "Excavating ancient Kapilavastu: the childhood home of Lord Buddha" (dalam bahasa Inggris).
{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan|journal= - ↑ Kiron, Md Ashikuzzaman Khan (2025-02-27). "Emperor Ashoka, the Chief Patron of Buddhism: A Review". Dhammacakka Journal of Buddhism and Applied Buddhism (dalam bahasa Inggris). 1 (1): 75–79. doi:10.3126/djbab.v1i1.76166. ISSN 3102-0208.
- ↑ Singh, Arvind Kumar (2026-05-05). "Kapilavastu as Living Heritage: India-Nepal and the Quest for World Heritage Site". Lumbini Prabha (dalam bahasa Inggris). 11: 81–97. doi:10.3126/lumbinip.v11i01.93806. ISSN 2717-4603.
- ↑ "Ancient Kapilvastu was a planned fortified city, but tourism neglect keeps it in the shadows". kathmandupost.com (dalam bahasa English). Diakses tanggal 2026-09-13.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)