Selasa, 03 November 2026
21:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Nicolau dos Reis Lobato

Nicolau dos Reis Lobato

perdana menteri pertama Timor Leste

Bagikan:
Nama ini menggunakan cara penamaan Portugis. Nama keluarga pertama atau maternalnya adalah dos Reisdan nama keluarga kedua atau paternalnya adalah Lobato.
Nicolau Lobato
Nicolau_dos_Reis_Lobato_in_Declaration_of_East_Timor_%281975%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lobato dalam Deklarasi Timor Leste (1975)
Pemimpin politik pasukan perlawanan Timor Timur
Masa jabatan
7 Desember 1975 –31 Desember 1978
PendahuluFrancisco Xavier do Amaral (sebagai Presiden Timor Leste di bawah pemerintahan UDI)
PenggantiJabatan dihapuskan[a]
Arnaldo dos Reis Araújo (sebagai Gubernur Timor Timur)
Perdana Menteri Timor Lesteke-1
Masa jabatan
28 November 1975 –7 Desember 1975
PresidenFrancisco Xavier do Amaral
PendahuluJabatan baru
PenggantiJabatan dihapuskan[b]
Informasi pribadi
Lahir(1946-05-24)24 Mei 1946
Meninggal31 Desember 1978(1978-12-31) (umur 32)
Gunung Mindelo, Timor Timur, Indonesia
Sebab kematianGugur dalam tugas
Partai politikFretilin
Suami/istri
​
​
(m. 1972;meninggal 1975)​
Anak1
Orang tuaNarciso Lobato (ayah)
Felismina Alves (ibu)
KerabatRogério Lobato (adik)
Karier militer
Pihak Timor Leste
Komando40px-FalintilFlag.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Falintil
Pertempuran/perangPendudukan Timor Leste oleh Indonesia †

Nicolau dos Reis Lobato (24 Mei 1946 – 31 Desember 1978) adalah seorang politikus Timor Leste yang dianggap sebagai pahlawan nasional negara tersebut.

Biografi

Lobato lahir di Soibada, Timor Portugis pada tanggal 24 Mei 1946.

Lobato adalah Perdana Menteri pertama dari Republik Demokratik Timor Leste dari tanggal 28 November hingga 7 Desember 1975. Setelah invasi oleh militer Indonesia, Lobato, bersama dengan para pemimpin kunci Fretilin lainnya, melarikan diri ke pedalaman Timor Leste untuk bertempur melawan pasukan pendudukan. Pada hari terakhir tahun 1978, Lobato disergap oleh pasukan khusus Indonesia yang dipimpin oleh Letnan Prabowo Subianto di Gunung Mindelo.[1][2]

Dia terbunuh setelah ditembak di bagian perutnya pada tanggal 31 Desember 1978 dan jenazahnya dibawa ke Dili untuk diperiksa oleh pers Indonesia. Apa yang kemudian terjadi pada jenazahnya tidak diketahui, tetapi pemerintah Timor Leste terus mengupayakan masalah ini dengan pemerintah Indonesia, agar jenazahnya dapat dimakamkan secara layak.[3]

Bandara utama Timor Leste berganti nama menjadi Bandar Udara Internasional Presiden Nicolau Lobato untuk menghormatinya.

Riwayat pekerjaan

  • Perdana Menteri Timor Leste (1975)
  • Presiden Timor Leste (1975—1978)
  • Panglima Falintil (1976—1978)

Riwayat Partai Politik

  • Sekretaris Utama Fretilin (1974—1975)
  • Presiden Fretilin (1975—1978)

Galeri

Catatan

  1. ↑ Sérgio Vieira de Mello sebagai Administrator PBB 1999–2002; Xanana Gusmão sebagai Presiden Timor Leste sejak tahun 2002.
  2. ↑ Mari Alkatiri menjadi Perdana Menteri ke-2 setelah pendudukan pada tahun 2002.

Referensi

  1. ↑ "Indonesia: Fretilin leader shot dead in East Timor (Kuala Lumpur BUSINESS TIMES in English 3 Jan 79 p 18)". Translations on South and East Asia. 802. Arlington, VA: U.S. Joint Publications Research Service: 17. 8 Februari 1979.
  2. ↑ "Body of Timor-Leste's first prime minister still missing after 41 years". Tempo Timor. 31 Desember 2019. Diarsipkan dari asli tanggal 14 Agustus 2020. Diakses tanggal 11 September 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Barker, Anne (2018-02-20). "East Timor's latest attempt to solve the mystery of what happened to its first PM". ABC News (dalam bahasa Australian English). Diakses tanggal 2023-03-23.

Daftar pustaka

Pranala luar

Jabatan politik
Didahului oleh:
Mário Lemos Pires sebagai Gubernur Timor Portugis (18 November 1974 — 27 November 1975)
Perdana Menteri Timor Leste
28 November — Oktober 1977
Diteruskan oleh:
António Duarte Carvarino
Didahului oleh:
Francisco Xavier do Amaral
Presiden Timor Leste — nominal
7 Desember 1975 — 31 Desember 1978
Diteruskan oleh:
Sérgio Vieira de Mello sebagai Administrator PBB (25 Oktober 1999 — 19 Mei 2002) dan Xanana Gusmão (dari 2002—2007)
Jabatan militer
Didahului oleh:
Fernando do Carmo
Panglima Falintil
Mei 1976 — 31 Desember 1978
Diteruskan oleh:
Xanana Gusmão
Jabatan partai politik
Didahului oleh:
Francisco Xavier do Amaral
Presiden Fretilin
7 Desember 1975 — 31 Desember 1978
Diteruskan oleh:
Xanana Gusmão
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan