Selasa, 22 September 2026
11:10 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Nicolas Appert

Nicolas Appert

Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Januari 2026) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Nicolas Appert"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
250px-Appert_Nicolas.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nicolas Appert

Nicolas Appert (Châlons-en-Champagne 1749 - Massy 1841) adalah penemu proses pengalengan. Pada tahun 1804 ia mendirikan ruang kerja dengan lima puluh karyawan untuk membuat pabrik pengalengan yang semakin terkenal. Pabrik ini hancur pada tahun 1815 setelah invasi Prusia. Nicolas Appert kembali ke Massy tahun 1836 dan meninggal di sana pada tanggal 1 Juni 1841.[1]

Appert diakui sebagai penemu metode paling efektif untuk mengawetkan makanan, yaitu dengan mengalengkannya. Konsep briliannya ini muncul sekitar tahun 1810, di tengah kebutuhan militer Prancis akan inovasi dalam pengawetan makanan. Napoleon Bonaparte bahkan menawarkan hadiah sebesar 12 ribu franc, setara dengan sekitar Rp 25 juta saat ini, sebagai insentif bagi penemu yang berhasil.

Bisnis Appert berkembang pesat karena metodenya mampu mengawetkan berbagai jenis makanan melalui proses pembotolan. Dengan metode ini, daging, unggas, telur, susu, dan bahan makanan lainnya dapat bertahan lebih lama.

Appert menggunakan metode sederhana di mana ia mengisi botol dengan makanan dan meninggalkan ruang udara di bagian atas, kemudian menyumbatnya secara perlahan. Botol kemudian dibungkus dengan kanvas sebagai pelindung sebelum direbus. Metode ini begitu mudah dipahami dan diimplementasikan sehingga menyebar dengan cepat.

Pada tahun 1810, seorang penemu Inggris bernama Peter Durand, yang memiliki keturunan Prancis, mematenkan metode Appert. Karena popularitasnya, teknik pengawetan makanan pada waktu itu sering disebut sebagai "appertisation" atau metode ala Appert.[2]

Referensi

  1. "Nicolas Appert | Biography & Facts | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-11-07.
  2. Sekar Afrisia, Rizky (23 Maret 2015). "Makanan Kaleng Pertama di Dunia Dihargai Rp 25 Juta". CNN Indonesia. Diakses tanggal 06 Juni 2024.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan