Rabu, 30 September 2026
06:11 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang

Nicholas Onuf

Bagikan:

Nicholas Onuf (lahir 1941) adalah akademisi Amerika Serikat. Onuf menjabat dosen emeritus hubungan internasional di Florida International University dan anggota dewan redaksi International Political Sociology, Cooperation and Conflict, dan Contexto Internacional. Ia merupakan salah satu tokoh konstruktivis dalam hubungan internasional.[1]

Karya pilihan

Onuf mengembangkan dan memperjelas gagasan dari buku World dalam beberapa bab di volume buku suntingan:

  • "A Constructivist Manifesto" dalam Burch & Denemark, eds., Constituting Political Economy (Lynne Rienner, 1997)
  • "Constructivism: A User's Manual" dalam Kubálková, et al. eds., International Relations in a Constructed World (M.E. Sharpe, 1998)
  • "Worlds of Our Own Making: The Strange Career of Constructivism" dalam Puchala, ed., Visions of International Relations (University of South Carolina Press, 2002)
  • "Parsing Personal Identity" dalam Debrix, ed., Language Agency and Politics in a Constructed World (M.E. Sharpe, 2002).

Referensi

  1. ↑ Robert Jackson and Georg Sørensen (2010). Introduction to International Relations: Theories and Approaches, 4th Edition. Oxford University Press. hlm. 166. ISBN 0-19-954884-6. Constructivism was introduced to IR by Nicholas Onuf (1989) who coined the term

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan