Senin, 12 Oktober 2026
09:29 WIB
TERKINI
Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Lampung Cuaca Lampung 10 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Potensi Hujan Lokal Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Meroket di Akhir Pekan, Sentuh Rp2,5 Juta per Gram Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Lampung Cuaca Lampung 10 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Potensi Hujan Lokal Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Meroket di Akhir Pekan, Sentuh Rp2,5 Juta per Gram Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km

Nicholas Onuf

Bagikan:

Nicholas Onuf (lahir 1941) adalah akademisi Amerika Serikat. Onuf menjabat dosen emeritus hubungan internasional di Florida International University dan anggota dewan redaksi International Political Sociology, Cooperation and Conflict, dan Contexto Internacional. Ia merupakan salah satu tokoh konstruktivis dalam hubungan internasional.[1]

Karya pilihan

Onuf mengembangkan dan memperjelas gagasan dari buku World dalam beberapa bab di volume buku suntingan:

  • "A Constructivist Manifesto" dalam Burch & Denemark, eds., Constituting Political Economy (Lynne Rienner, 1997)
  • "Constructivism: A User's Manual" dalam Kubálková, et al. eds., International Relations in a Constructed World (M.E. Sharpe, 1998)
  • "Worlds of Our Own Making: The Strange Career of Constructivism" dalam Puchala, ed., Visions of International Relations (University of South Carolina Press, 2002)
  • "Parsing Personal Identity" dalam Debrix, ed., Language Agency and Politics in a Constructed World (M.E. Sharpe, 2002).

Referensi

  1. ↑ Robert Jackson and Georg Sørensen (2010). Introduction to International Relations: Theories and Approaches, 4th Edition. Oxford University Press. hlm. 166. ISBN 0-19-954884-6. Constructivism was introduced to IR by Nicholas Onuf (1989) who coined the term

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan