Rabu, 28 Oktober 2026
00:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Nibelungenlied

Nibelungenlied

Bagikan:
250px-Nibelungenlied_manuscript-c_f1r.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halaman pertama naskah Nibenlungenlied

Nibelungenlied (yang berarti Tembang Nibelung) adalah wiracarita yang ditulis sekitar tahun 1200 dalam Bahasa Jerman Hulu Pertengahan. Wiracarita ini berkisah tentang Siegfried si pembantai naga di istana Burgundi, bagaimana ia dibunuh, dan bagaimana istrinya, Kriemhild, menuntut balas.

Pada tahun 2009, tiga naskah utama Nibelungenlied dimasukan kedalam Daftar Warisan Ingatan Dunia UNESCO.[1]

Referensi

  1. ↑ "Song of the Nibelungs, a heroic poem from mediaeval Europe". UNESCO Memory of the World Programme. 2009-07-31. Diakses tanggal 2009-12-15.
  • Müller, Jan-Dirk. Rules for the Endgame. The World of the Nibelungenlied. Diterjemahkan oleh William T. Whobrey. Baltimore: The Johns Hopkins University Press. Hlm. xv, 562.

Pranala luar

Wikikutip memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Nibelungenlied.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Nibelungenlied.
Wikisource logo


Ikon rintisan

Artikel bertopik budaya ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan