Jumat, 30 Oktober 2026
04:32 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Ngarrindjeri

Ngarrindjeri

Bagikan:
250px-LowerLakes2004.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Budaya Ngarrindjeri berpusat di danau-danau di wilayah hilir Sungai Murray.

Ngarrindjeri (terjemahan harfiah "orang yang berasal dari tanah ini") adalah konfederasi penduduk asli Australia yang terdiri dari 18 lakinyeri (klan atau suku)[1] dan 77 kelompok keluarga yang menuturkan dialek bahasa Ngarrindjeri. Mereka adalah penduduk asli wilayah hilir Sungai Murray, Semenanjung Fleurieu barat dan Coorong di Australia selatan. Walaupun Ngarrindjeri sering kali disebut sebagai 'konfederasi' atau 'bangsa', menurut Berndt (1993) julukan ini tidak tepat karena tidak terdapat kesatuan politik yang membuat mereka dapat digolongkan sebagai 'bangsa' atau 'konfederasi'.[2] Namun, sumber lain membantah pernyataan ini. Donald Pate menyatakan:

Taplin (1879, hlm. 34) memperkirakan bahwa terdapat delapan belas klan teritorial atau Lakalinyeri yang merupakan bagian dari 'konfederasi' atau 'bangsa' Ngarrindjeri. Setiap klan teritorial diperintah oleh suatu kelompok yang terdiri dari sepuluh hingga dua belas laki-laki atau tetua yang disebut Tendi. Tendi dari setiap klan bersama-sama memilih Rupulli atau kepala seluruh konfederasi Ngarrindjeri. [...] Maka dari itu, Ngarrindjeri adalah tuan tanah yang memiliki pemerintahan yang tersentralisasi dan hierarkis yang dapat menjalankan hukum konfederasi dan delapan belas teritori independennya.[1]

Ngarrindjeri pada awalnya merupakan nama kelompok bahasa; bangsa Eropa kemudian menggunakan istilah ini sebagai istilah kolektif untuk lakinyeri. Terdapat beberapa variasi ejaan seperti Narinyerrie, Narrin’yerree, Narrinjeri dan Narrinyeri.

Catatan kaki

  1. 1 2 F. Donald Pate, 2006, "Hunter-gatherer social complexity at Roonka Flat, South Australia", Bruno David, Bryce Barker & Ian McNiven (eds),The Social Archaeology of Australian Indigenous Societies. Canberra: AIATSIS Aboriginal Studies Press, hlm. 239.
  2. ↑ Ronald Murray Berndt, Catherine Helen Berndt, John E. Stanton 1993, "A World That Was: The Yaraldi of the Murray River and the Lakes, South Australia", Forward xxvii

Referensi

  • Bell, D. (1998) Ngarrindjeri wurruwarrin: a world that is, was, and will be, Spinifex Press, Adelaide. ISBN 978-1-875559-71-8.
  • Berndt, C., Berndt, R. & Stanton, A world that was: the Yaraldi of the Murray River and the lakes, South Australia, University of British Columbia Press: ISBN 0-7748-0478-5.
  • Jenkin, G. (1979), Conquest of the Ngarrindjeri, Rigby: Adelaide. ISBN 0-7270-1112-X.
  • McHughes, E., Williams, P. Koolmatrie, V. & Gale, M. (2009) "Lakun Ngarrindjeri thunggarri: Weaving the Ngarrindjeri language back to health", AIATSIS Conferences Papers, October 2009.
  • Simons, M. (2003) The Meeting of the Waters: The Hindmarsh Island Affair, Hodder Headline: Sydney. ISBN 0-7336-1348-9.
  • Smith, C. & Wobst, H. (2005) Indigenous archaeologies: decolonizing theory and practice, Routledge. ISBN 0-415-30965-4.
  • Unaipon, D. (2001) Legendary Tales of the Australian Aborigines, The Miegunyah Press, Melbourne. ISBN 978-0-522-85246-2.


Ikon rintisan

Artikel bertopik kelompok etnik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan