Selasa, 27 Oktober 2026
17:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Neurosistiserkosis

Neurosistiserkosis

Bagikan:
Neurocysticercosis.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Hasil pindaian kepala seorang pasien yang terjangkit neurosistiserkosis.

Neurosistiserkosis adalah salah satu jenis penyakit sistiserkosis yang disebabkan oleh infeksi cacing Taenia solium yang berasal dari babi. Neurosistiserkosis terjadi ketika terbentuk kista-kista di otak yang disebabkan oleh infeksi, dan hal ini memicu sindrom-sindrom neurologis seperti serangan epileptik. Penyakit ini dijuluki "epidemik tersembunyi"[1] dan "dapat dikatakan sebagai penyakit parasit paling umum dalam sistem saraf manusia".[2]

Sistiserkosis di Amerika Serikat (yang sering kali terjadi dalam bentuk neurosistiserkosis) telah digolongkan sebagai "penyakit tropis terabaikan",[3] yang biasanya menjangkiti mereka yang miskin dan tunawisma. Neurosistiserkosis sering kali menyerang korteks otak besar yang diikuti oleh otak kecil. Hipofisis jarang sekali terkena neurosistiserkosis. Dalam kasus yang langka, kista-kista dapat bergabung dan membentuk pola seperti pohon, dan bila hipofisis terserang dapat menyebabkan kekurangan hormon hipofisis.[4]

Catatan kaki

  1. ↑ Zimmer, Carl (15 Mei 2012). "Hidden Epidemic: Tapeworms Living Inside People's Brains". Discover Magazine.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ White, A. C. (1997). "Neurocysticercosis: A Major Cause of Neurological Disease Worldwide". Clinical Infectious Diseases. 24 (2): 101–13, quiz 114–5. doi:10.1093/clinids/24.2.101. PMID 9114131.
  3. ↑ Hotez, Peter J. (2014). "Neglected Parasitic Infections and Poverty in the United States". PLoS Neglected Tropical Diseases. 8 (9): e3012. doi:10.1371/journal.pntd.0003012. PMC 4154650. PMID 25188455.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  4. ↑ Dutta, Deep; Kumar, Mano; Ghosh, Sujoy; Mukhopadhyay, Satinath; Chowdhury, Subhankar (2013). "Pituitary hormone deficiency due to racemose neurocysticercosis". The Lancet Diabetes & Endocrinology. 1 (2): e13. doi:10.1016/S2213-8587(13)70026-3. PMID 24622323.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik penyakit ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan