Sabtu, 03 Oktober 2026
15:22 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Nesocodon

Nesocodon

genus tumbuh-tumbuhan

Bagikan:
Nesocodon
250px-Nesocodon_mauritianus_07_04_Philweb_%2819228890139%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nesocodon mauritianus di Conservatoire botanique national de Brest, Prancis pada Juli 2015
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Asterales
Famili: Campanulaceae
Subfamili: Campanuloideae
Genus: Nesocodon
Thulin[1]
Spesies:
N. mauritianus
Nama binomial
Nesocodon mauritianus
(I.B.K.Richardson) Thulin[1]

Nesocodon adalah genus monotipe dari tumbuhan berbunga dalam famili Campanulaceae. Satu-satunya spesiesnya adalah Nesocodon mauritianus, yang dulunya dikenal sebagai Wahlenbergia mauritiana, yang bersifat endemik di pulau Mauritius.

Deskripsi

Karakteristik vegetatif

Nesocodon mauritianus adalah perdu kerdil dengan tinggi 30–40 cm[2][1] dengan batang yang sederhana, berkayu,[2] menjalar,[3] dan gundul dengan alur yang dalam akibat bekas daun.[2] Daunnya tersusun secara spiral,[2] mengilap,[3] berbentuk lanset dengan tepi bergerigi dan ujung runcing, memiliki panjang 6 cm dan lebar 0,6 cm.[2]

Karakteristik generatif

Perbungaan lateral yang hanya memiliki 1 bunga[1] dihasilkan di ketiak daun bagian atas.[2]

Taksonomi

Tumbuhan ini pertama kali dideskripsikan sebagai Wahlenbergia mauritiana I.Richardson oleh I.Richardson pada tahun 1979.[2][4] Tumbuhan ini ditempatkan ke dalam genus monotipe baru Nesocodon Thulin sebagai Nesocodon mauritianus (I.Richardson) Thulin oleh Mats Thulin pada tahun 1980.[1][5] Genus ini berkerabat dekat dengan Heterochaenia dari Kepulauan Mascarene, tetapi memiliki bunga tunggal alih-alih malai yang terdiri dari beberapa bunga.[6]

Ekologi

Ini adalah tumbuhan pertama yang ditemukan menghasilkan nektar berwarna merah. Awalnya diperkirakan diserbuki oleh burung, namun penyelidikan terbaru menunjukkan bahwa tokek (Phelsuma ornata) adalah penyerbuk yang lebih disukai oleh bunga-bunga ini, sementara burung berperan sebagai pencuri nektar.[7] Burung cucak kutilang (Pycnonotus jocosus) yang diintroduksi ke sana sering mencuri nektarnya.[8]

Konservasi

Tumbuhan ini merupakan spesies yang terancam punah.[3]

Referensi

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Nesocodon.
  1. 1 2 3 4 5 Thulin, M. (1980). Nesocodon, a New Genus in Campanulaceae. Kew Bulletin, 34(4), 813–814. https://doi.org/10.2307/4119073
  2. 1 2 3 4 5 6 7 Richardson, I. B. K. (1979). A Distinctive New Species of Wahlenbergia (Campanulaceae) from Mauritius. Kew Bulletin, 33(4), 547–550. https://doi.org/10.2307/4109796
  3. 1 2 3 Coleman, M. (2017, July 6). Nesocodon mauritianus. Royal Botanic Garden Edinburgh. Diakses tanggal 26 Juli 2025, dari https://stories.rbge.org.uk/archives/25796
  4. ↑ Wahlenbergia mauritiana I.Richardson. (t.t.). International Plant Names Index. Diakses tanggal 26 Juli 2025, dari https://www.ipni.org/n/145835-1
  5. ↑ Nesocodon Thulin. (t.t.). Plants of the World Online. Diakses tanggal 26 Juli 2025, dari https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:5769-1
  6. ↑ Wyse Jackson, P. S. (1990). "Nesocodon mauritianus: Campanulaceae". Curtis's Botanical Magazine. 7 (33). Blackwell Publishing: 113–117. doi:10.1111/j.1467-8748.1990.tb00153.x.
  7. ↑ Mauritian coloured nectar no longer a mystery: a visual signal for lizard pollinators. Dennis M Hansen, Karin Beer, Christine B Müller Diterbitkan 22 Juni 2006.DOI: 10.1098/rsbl.2006.0458
  8. ↑ Olesen, J. M., et al. (1998). Mauritian red nectar remains a mystery. Nature 393, 529.
Ikon rintisan

Artikel bertopik Campanulaceae ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan