Minggu, 01 November 2026
15:49 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Nero Redivivus

Nero Redivivus

Bagikan:
250px-Nero_pushkin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nero adalah kaisar kelima dan terakhir dari dinasti kekaisaran pertama Romawi, Julio-Claudian.

Legenda Nero Redivivus adalah sebuah keyakinan populer pada paruh akhir abad ke-1 bahwa kaisar Romawi Nero akan kembali setelah kematiannya pada 68 M. Legenda tersebut adalah keyakinan umum pada akhir abad ke-5. Keyakinan tersebut adalah akibat atau sebab dari banyak penyaru yang mengaku sebagai Nero memimpin pemberontakan.

Beberapa masyarakat pada abad ke-1 dan awal abad ke-2 memandang gagasan Nero bangkit atau orang yang mengalami kematian palsu secara positif, sebagai balasan melawan anggapan jahat pada masa itu. Banyak Kristen awal memandang gagasan tersebut secara negatif, dan menghubungkan Nero Redivivus dengan konsepsi Antikristus.

Latar belakang

Artikel utama: Nero dan Pseudo-Nero

Kaisar Romawi Nero bunuh diri dan meninggal pada Juni 68 M. Namun, muncul keyakinan di kalangan masyarakat bahwa kematiannya terjadi di bawah keadaan tak jelas atau dipalsukan, khususnya di belahan timur penutur Yunani di Kekaisaran tersebut. Keadaan tersebut nampak tak mendukung peristiwa bahwa Nero dikebumikan di Bukit Pincian, sebuah tempat yang berbeda dari Mausoleum Augustus, dan tanpa sambutan. Eksentrisitas Nero dan pertikaian dengan aristokrasi Romawi lainnya berujung pada citranya bertahan dalam khayalan populer baik sebagai penyelamat dan penghancur potensial.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Warmington, Brian H. Nero: Reality and Legend. Chatto & Windus. hlm. 167–168.
Ikon rintisan

Artikel bertopik Romawi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan