Kamis, 01 Oktober 2026
18:50 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Neolddwigi

Neolddwigi

Bagikan:
Video demonstrasi neolddwigi.
250px-Korea-Andong-Dano_Festival-Seesawing-01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Wanita bermain neollttwigi

Neolttwigi adalah permainan jungkat-jungkit yang berasal dari Korea.[1] Jungkat-jungkit adalah permainan sekaligus olahraga untuk wanita yang biasa dilakukan pada hari-hari libur tradisional seperti Seollal, Dano dan Chuseok. Papan jungkat-jungkit dibuat dari kayu tebal yang panjangnya 2 m dan lebar kurang lebih 70 cm. Alas jerami ditaruh di bawah papan bagian tengah. Pemain berdiri di ujung papan dan bergiliran melompat untuk memberikan tenaga lontaran. Papan tersebut tidak stabil sehingga harus dijaga supaya tidak bergeser dari alas. Permainan ini telah dimainkan sejak zaman kuno sebagai olahraga militer dan masih ada sampai sekarang.[1]

Pada masa itu, (sebelum periode Dinasti Joseon) wanita lebih bebas dan sangat aktif. Mereka menunggang kuda dan bermain polo bersama para pria.[1] Permainan ini dimanfaatkan sebagai latih untuk persiapan perang.[1] Di awal periode Joseon, duta besar Ryukyu sering berkunjung ke Korea dan mengadopsi neolttwigi di negeri mereka.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 (Inggris) Choe, Sang-su (1983). Annual Customs of Korea. Seomundang Publishing Company, Seoul, Republic of Korea. hlm. 33.


Ikon rintisan

Artikel bertopik permainan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan