Kamis, 15 Oktober 2026
18:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Neo-Impresionisme

Neo-Impresionisme

Teknik melukis yang dipelopori oleh Georges Seurat

Bagikan:
250px-A_Sunday_on_La_Grande_Jatte%2C_Georges_Seurat%2C_1884.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan Neo-Impresionisme karya Georges Seurat: Minggu siang di Pulau La Grande Jatte

Neo-Impresionisme adalah teknik melukis dengan warna tidak lagi dicampur baik pada palet atau langsung di atas kanvas, melainkan ditempatkan sebagai titik-titik kecil yang bersebelahan. Pencampuran warna berlangsung dari jarak yang sesuai dengan mata pelukis.[1] Pencampuran warna ini disebut dengan campuran optik.[1] Neo-Impresionisme terutama berkembang di Prancis pada tahun 1886-1906 dan dipimpin oleh Georges Seurat.[2] Ia merupakan seniman yang meninggalkan Impresionisme dan mendukung teknik melukis yang didasarkan pada studi optik.[2] Didorong oleh tulisan kontemporer dalam teori warna (ditulis oleh Charles Henry, Eugene Chevreul dan Odgen Rood), penganut Neo-Impresionisme (Neo-Impresionis) percaya bahwa sentuhan terpisah dari warna menimbulkan hasil yang lebih bagus di mata pelukis daripada pencampuran warna konvensional dengan menggunakan palet.[2]

Sejarah Neo-Impresionisme

Neo-Impresionisme dimulai pada tahun 1884, ketika Georges Seurat (1859-1891) pertama kali bertemu Paul Signac (1863-1935).[3] Dua seniman muda ini bertemu di pameran Artistes Independants, pameran yang dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kriteria seleksi dalam acara tahunan Paris Salon.[3]

Referensi

  1. 1 2 "Neo-Impressionism". Diakses tanggal 6 Juni 2014.
  2. 1 2 3 "Georges Seurat (1859–1891) and Neo–Impressionism". Diakses tanggal 6 Juni 2014.
  3. 1 2 "What is Neo-Impressionism". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-06-19. Diakses tanggal 6 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan