Sabtu, 03 Oktober 2026
05:55 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri
Negara sisa

Negara sisa

sisa-sisa negara besar, tersisa dengan wilayah lebih kecil

Bagikan:
330px-Detailed_Domain_of_Soissons.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kerajaan Soissons, sebuah 'negara sisa' Romawi.

Negara sisa (dalam bahasa Inggris disebut Rump state) adalah sisa atau bekas dari suatu negara yang dulunya jauh lebih besar, wilayah ini dibiarkan semakin berkurang karena pemisahan diri, aneksasi, pendudukan, dekolonisasi, dan kudeta atau revolusi yang sukses terjadi di bagian bekas wilayahnya.[1] Untuk kasus kudeta atau revolusi, pemerintah tidak melarikan diri ke tempat pengasingan karena pemerintah masih mengendalikan bagian-bagian dari wilayah sebelumnya.

Misalnya pada zaman kuno, Negara Xu, yang awalnya menguasai sebagian besar lembah Sungai Huai,[2] berangsur-angsur dikurangi menjadi daerah di sekitar ibu kotanya saja, mulai dari abad ke 7 SM.

Atau Persemakmuran Polandia-Lithuania dibiarkan menjadi "negara sisa" setelah dibagi-bagi dalam Pemisahan Polandia Pertama oleh Kekaisaran Rusia, Prusia, dan Austria pada tahun 1772.[3] "Negara sisa" ini masih dipartisi lagi pada 1793 dan langsung dicaplok pada 1795. Setelah kemenangan Napoleon dalam Perang Koalisi Keempat pada 1807, ia membuat "negara sisa" Polandia yang baru bernama Kadipaten Warsawa.[4]

Ada pula kasus seperti Tiongkok dengan Republik Tiongkok/Taiwan, setelah kemenangan Partai Komunis Tiongkok di Daratan Tiongkok dalam Perang Sipil Tiongkok, Pemerintah Republik Tiongkok pindah ke Pulau Formosa/Pulau Taiwan dan masih terus mengklaim otoritas atas seluruh Tiongkok yang sebelumnya dikuasai. Sejak itu, beberapa pihak menganggap Republik Tiongkok/Taiwan sebagai "negara sisa",[5] sementara yang lain menganggapnya sebagai pemerintah di pengasingan.[6]

Referensi

  1. ↑ Tir, Jaroslav (Feb 22, 2005). Keeping the Peace After Secessions: Territorial Conflicts Between Rump and Secessionist States. Annual meeting of the International Studies Association. Hilton Hawaiian Village, Honolulu: Hawaii Online. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-10-26. Diakses tanggal Okt 26, 2014.{{cite conference}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Shaughnessy (1999), hlm. 324. sfnp error: tanpa target: CITEREFShaughnessy1999 (bantuan)
  3. ↑ Fazal, Tanisha M. (2011). State Death: The Politics and Geography of Conquest, Occupation, and Annexation. Princeton University Press. hlm. 110. ISBN 9781400841448.
  4. ↑ Lerski, George J. (1996). Historical dictionary of Poland, 966-1945. Greenwood Press. hlm. 121. ISBN 9780313260070.
  5. ↑ Krasner, Stephen D. (2001). Problematic Sovereignty: Contested Rules and Political Possibilities. Columbia University Press. hlm. 148. For some time the Truman administration had been hoping to distance itself from the rump state on Taiwan and to establish at least a minimal relationship with the newly founded PRC.
  6. ↑ "TIMELINE: Milestones in China-Taiwan relations since 1949". Reuters. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2015-09-24. Diakses tanggal Maret 4, 2015. 1949: Chiang Kai-shek's Nationalists lose civil war to Mao Zedong's Communist forces, sets up government-in-exile on Taiwan.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |dead-url= diabaikan (|url-status= disarankan)Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan